Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Tidak Ada Wanita dalam Meja Perundingan, KTT Trump-Xi Menuai Kritik, Dinilai Maskulin dan Eksklusif
KTT Donald Trump-Xi Jinping dikritik karena tidak melibatkan perempuan dalam meja perundingan tingkat tinggi.
Pada Jumat, Rubio mengonfirmasi bahwa isu tersebut memang dibahas.
Namun, pembicaraan itu tetap berada dalam ranah pribadi.
Rubio mengatakan delegasi AS secara resmi meminta pembebasan Jimmy Lai atas dasar kemanusiaan mengingat usianya yang telah 78 tahun dan kondisi kesehatannya yang menurun.
Meski demikian, Rubio mengaku belum ada terobosan signifikan.
Jimmy Lai saat ini menjalani hukuman penjara 20 tahun setelah divonis bersalah pada Desember 2025 atas pelanggaran keamanan nasional, termasuk kolusi dengan pihak asing dan penghasutan.
Di sisi lain, Kedutaan Besar China dan media pemerintah People's Daily kembali menegaskan "Empat Garis Merah" China, salah satunya terkait demokrasi dan hak asasi manusia.
Karena itu, isu lain seperti dugaan campur tangan China dalam pemilu, pamer kekuatan terhadap negara kecil, hingga praktik spionase dinilai kurang mendapat perhatian dalam KTT tersebut.
Secara keseluruhan, banyak pihak menilai KTT AS-China kali ini masih bersifat dangkal dan belum menyentuh persoalan mendasar antara kedua negara.
Kunjungan Tiga Hari Donald Trump
Donald Trump dan Xi Jinping mengakhiri pembicaraan bilateral pada Jumat (15/5/2026), dengan mengklaim adanya kemajuan dalam menstabilkan hubungan AS-China meski perbedaan besar masih tetap ada.
Dilansir Euronews, Xi menyambut Trump di kediaman resminya di Zhongnanhai untuk pembicaraan terakhir sebelum Presiden AS kembali ke Washington.
Trump dan Xi berdiskusi selama hampir tiga jam sambil menikmati teh dan makan siang bersama para ajudan dan penerjemah utama.
“Ini benar-benar beberapa hari yang luar biasa,” kata Trump kepada wartawan sebelum pertemuan dimulai.
Xi menyebut kunjungan tersebut sebagai kunjungan bersejarah.
"Kita telah membangun hubungan bilateral baru, atau lebih tepatnya hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil," ujar Xi.
Trump mengatakan dirinya telah membuat kesepakatan perdagangan yang fantastis dengan Xi, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.