Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Rusia Gunakan 3.170 Drone Serang dalam Sepekan

Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia menggunakan 3.170 drone serang, 1.300 bom udara berpemandu, serta 74 rudal dengan berbagai jenis.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Selasa (13/1/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat mendengarkan laporan Dinas Keamanan Ukraina pada 10 Januari 2026. Pada 17 Mei 2026, Zelenskyy mengatakan Rusia menggunakan 3.170 drone serang, 1.300 bom udara berpemandu, serta 74 rudal dengan berbagai jenis. 

Informasi itu disampaikan oleh Markas Koordinasi untuk Penanganan Tawanan Perang Ukraina. Mereka menjelaskan bahwa pihak penyidik dan tim ahli forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitas setiap jenazah yang dipulangkan.

Proses pemulangan jenazah seperti ini sebelumnya juga sudah beberapa kali dilakukan antara Rusia dan Ukraina. Pada 9 April lalu, Rusia mengembalikan 1.000 jenazah yang disebut sebagai tentara Ukraina. Kemudian, pada 26 Februari 2026, Ukraina kembali menerima 1.000 jenazah lainnya dari Rusia.

Menurut data Markas Koordinasi Ukraina, selama Juni 2025 sebanyak 6.057 jenazah telah berhasil dipulangkan ke Ukraina sesuai kesepakatan kedua pihak.

Selain itu, pada 17 Juli, Ukraina juga menerima 1.000 jenazah dalam rangka pelaksanaan kesepakatan Istanbul yang dicapai pada 2 Juni. Proses repatriasi serupa kembali berlangsung pada 19 Agustus, ketika Rusia menyerahkan 1.000 jenazah lain yang diklaim sebagai prajurit Ukraina.

Pemulangan jenazah kemudian terus berlanjut pada beberapa bulan berikutnya. Rusia kembali menyerahkan masing-masing 1.000 jenazah pada 18 September dan 23 Oktober. Selanjutnya, pada 20 November, Rusia memulangkan lagi 1.000 jenazah yang disebut sebagai milik para pembela Ukraina, lalu pada 19 Desember sebanyak 1.003 jenazah tambahan juga dikembalikan ke pihak Ukraina.

Ukraina Ungkap Daftar Persenjataan Udara

Militer Ukraina melancarkan serangan drone ke sejumlah target militer dan infrastruktur penting di Rusia pada malam 16–17 Mei. Dalam operasi tersebut, Ukraina menggunakan beberapa jenis drone buatan dalam negeri, termasuk Bars RS-1, Fire Point FP-1, dan Bars-SM Gladiator.

Menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, salah satu target utama adalah pabrik Angstrem di Zelenograd, Oblast Moskow. Pabrik tersebut memproduksi mikrochip dan teknologi tinggi untuk senjata presisi militer Rusia. Ukraina mengklaim kebakaran terjadi di area fasilitas setelah serangan.

Selain itu, stasiun pompa Solnechnogorskaya di Oblast Moskow juga dilaporkan terkena serangan. Fasilitas ini merupakan bagian penting dari jaringan distribusi bahan bakar di sekitar Moskow yang digunakan untuk memasok bensin dan solar, termasuk bagi militer Rusia. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di lokasi tersebut.

Ukraina turut menyerang sejumlah pos komando Rusia dan titik operasi drone di beberapa wilayah, termasuk Oblast Donetsk, Kharkiv, Kherson, dan Zaporizhzhia. Serangan juga menyasar kelompok pasukan Rusia di beberapa area garis depan perang.

Staf Umum Ukraina menyampaikan apresiasi kepada sejumlah brigade dan unit sistem tak berawak Ukraina yang terlibat dalam operasi tersebut.

Sementara itu, menurut laporan Ukraina, operasi ini dilakukan bersama Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan juga menargetkan beberapa fasilitas minyak di Oblast Moskow serta pangkalan udara militer Belbek di Krimea yang dikuasai Rusia, seperti diberitakan Pravda.

SBU Soroti Serangan di Wilayah Rusia

Dinas keamanan Ukraina (SBU) menyoroti serangan terhadap pabrik Angstrom di Zelenograd, wilayah Moskow, Rusia.

Menurut penjelasan SBU, pabrik tersebut mengkhususkan diri dalam produksi produk berteknologi tinggi dan sirkuit mikro untuk senjata presisi tinggi.

Kebakaran tercatat di wilayah fasilitas tersebut.

"Perusahaan ini merupakan komponen penting dari kompleks industri militer Rusia dan terlibat dalam produksi mikroelektronika, radioelektronika, sistem optik, dan robotika untuk kebutuhan militer musuh," kata SBU.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved