Rabu, 20 Mei 2026

5 Populer Internasional: Viral Kursi Trump Tampak Lebih Pendek - AS dan Iran Saling Lempar Ancaman

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya AS dan Iran saling melempar ancaman di tengah kebuntuan diplomasi.

Tayang:

"Jika tidak, pemahaman kami adalah bahwa blokade angkatan laut adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak alami kami,” kata Mayjen Mohsen Rezaei dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, Minggu (17/5/2026).

Rezaei menambahkan sikap menahan diri Iran tidak boleh diartikan sebagai penerimaan tekanan atau ancaman.

“Jika kita sudah bersabar sampai sekarang, bukan berarti kita sudah menerimanya,” tegasnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Perang Lawan Iran Buat Ekonomi Israel Ambruk, Minus 3,3 Persen di Kuartal I 2026

Ekonomi Israel mengalami tekanan besar pada awal tahun 2026 setelah perang melawan Iran memicu perlambatan aktivitas bisnis, konsumsi masyarakat, hingga gangguan perdagangan nasional.

Data terbaru Biro Pusat Statistik Israel menunjukkan produk domestik bruto (PDB) negara itu mengalami kontraksi atau minus 3,3 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Angka tersebut menandai kemunduran ekonomi pertama Israel setelah sebelumnya sempat diperkirakan akan mengalami pemulihan kuat pascaperang Gaza.

Meski penurunan itu masih lebih baik dibanding prediksi para ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan kontraksi hingga 4 persen, akan tetapi kondisi tersebut tetap menunjukkan besarnya dampak konflik regional terhadap perekonomian Israel.

Sebelum konflik dengan Iran pecah, ekonomi Israel sebenarnya mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pada 2025 lalu, ekonomi Israel tumbuh 2,9 persen dan diproyeksikan melonjak lebih dari 5 persen pada 2026 setelah gencatan senjata di Gaza mengurangi tekanan perang berkepanjangan.

Namun situasi berubah drastis setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai balasan, Iran menembakkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel. Di saat yang sama, kelompok Hizbullah di Lebanon juga meningkatkan serangan ke wilayah utara Israel.

Gelombang serangan rudal balistik selama berminggu-minggu membuat sekolah ditutup, aktivitas bisnis melambat, dan belanja masyarakat turun tajam. Banyak perusahaan membatasi operasional karena ancaman keamanan yang terus meningkat.

Konsumsi Warga dan Ekspor Turun Tajam

Tekanan perang mulai terlihat jelas pada sejumlah indikator ekonomi utama Israel.

Dalam laporan resmi biro statistik, pengeluaran konsumen turun 4,7 persen pada kuartal pertama 2026. Penurunan ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat akibat ketidakpastian situasi keamanan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved