Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ancam AS Jika Serang Ekspor Teheran, Bakal Tutup Akses Minyak

Iran memperingatkan akan mengambil langkah besar terhadap jalur energi global jika Amerika Serikat menyerang minyak Iran

Tayang:
Tribunnews.com/Kolase foto
AS-IRAN - Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan setelah 21 jam bernegosiasi di Islamabad, Pakistan berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam kedua belah pihak melakukan pembicaraan, Minggu (12/4/2026). Iran memperingatkan akan mengambil langkah besar terhadap jalur energi global jika Amerika Serikat menyerang minyak Iran 
Ringkasan Berita:
  • Hamid-Reza Haji Babaei memperingatkan akses minyak global bisa terganggu jika AS menyerang minyak Iran.
  • “Selat Hormuz lebih penting bagi Iran daripada bom atom,” kata Haji Babaei.
  • Mohammad Mokhber menyebut Selat Hormuz memiliki dampak strategis besar terhadap ekonomi dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Parlemen Iran Hamid-Reza Haji Babaei menegaskan Teheran akan mengambil langkah serius untuk mencegah Amerika Serikat (AS) mengakses minyak di kawasan apabila ekspor minyak Iran menjadi target serangan.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Haji Babaei menekankan bahwa dampak dari langkah tersebut akan dirasakan secara global.

“Tidak ada negara di dunia yang akan dapat mengakses minyak di kawasan itu untuk jangka waktu yang lama,” kata Haji Babaei, mengutip Al Mayadeen, Senin (18/5/2026).

Ia juga menyebut kepemimpinan Iran meyakini AS dan presidennya tidak akan ragu untuk melakukan apa pun yang mampu mereka lakukan.”

Menurutnya, posisi strategis Selat Hormuz jauh lebih penting bagi Iran dibandingkan senjata nuklir.

“Selat Hormuz lebih penting bagi Iran daripada bom atom,” ujarnya.

Baca juga: AS Tak Mau Kompromi! Iran Dipaksa Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium hingga Selat Hormuz Jadi Taruhan

Haji Babaei turut menegaskan bahwa Iran kini memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan sebelum agresi berlangsung.

Ia memperingatkan bahwa Teheran akan membalas setiap pihak yang memberlakukan atau menegakkan sanksi AS terhadap Iran dengan langkah serupa.

Sementara itu, penasihat Pemimpin Iran, Mohammad Mokhber, juga menyoroti pentingnya posisi strategis Selat Hormuz bagi ekonomi dunia.

“Selat Hormuz mewakili potensi setara dengan bom atom,” kata Mokhber.

"Tidak akan pernah melepaskannya karena dampak strategisnya terhadap ekonomi global," tegas Iran.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat disebut memberlakukan blokade di Selat Hormuz selama lebih dari sebulan.

Washington juga dituduh berupaya menguasai minyak Iran di laut dan menyerang sejumlah pulau Iran yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved