Selasa, 19 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Tunda Serang Iran Sesuai Permintaan Qatar, Arab Saudi, dan UEA

Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran pada hari Selasa ini atas permintaan Qatar, UEA, dan Arab Saudi.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Selasa (12/5/2026). Pada 18 Mei 2026, Trump mengatakan AS menunda serangan ke Iran pada Selasa (19/5/2026) hari ini atas permintaan Qatar, UEA, dan Arab Saudi. 

Di sisi lain, tekanan Washington terhadap Teheran tetap meningkat.

Sebelumnya, seorang sumber AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “kesabaran Presiden Trump sudah habis” dan Iran hanya memiliki waktu beberapa hari untuk menawarkan solusi guna memecahkan kebuntuan.

Mengapa Qatar, UEA, dan Arab Saudi Minta AS Tunda Serangan ke Iran?

Qatar, Arab Saudi, dan UEA meminta AS menunda serangan ke Iran karena mereka ingin mencegah perang besar di Timur Tengah yang bisa berdampak langsung pada keamanan dan ekonomi kawasan.

Negara-negara Teluk khawatir serangan baru terhadap Iran akan memicu balasan lebih luas, termasuk serangan ke pangkalan AS, fasilitas minyak, jalur pelayaran, dan kota-kota penting di kawasan Teluk, seperti diberitakan The Guardian.

Selain faktor keamanan, mereka juga menilai jalur diplomasi masih memiliki peluang.

Trump sendiri mengatakan para pemimpin Teluk meyakini “kesepakatan yang dapat diterima” masih bisa dicapai, terutama terkait pencegahan Iran memiliki senjata nuklir, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Selain itu, terdapat faktor ekonomi yang sangat besar, di mana perang Iran-AS sebelumnya telah mengganggu Selat Hormuz, jalur yang dilewati sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia.

Jika perang meluas, harga minyak global bisa melonjak dan ekspor energi negara-negara Teluk ikut terganggu, seperti dijelaskan World Oil.

Qatar, UEA, dan Arab Saudi juga berada sangat dekat dengan Iran secara geografis.

Karena itu, mereka berisiko menjadi sasaran serangan balasan Iran apabila AS melancarkan operasi militer besar.

Bahkan UEA dan Saudi sebelumnya dilaporkan menghadapi ancaman drone dan gangguan keamanan terkait konflik tersebut.

Pakistan Serahkan Proposal Terbaru Iran ke AS

Situasi memanas setelah tim mediasi Pakistan dilaporkan menyerahkan proposal terbaru Iran kepada Amerika Serikat.

Proposal yang berisi 14 poin itu disebut fokus pada penghentian konflik dan upaya membangun kepercayaan antara kedua negara.

Namun, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Axios bahwa proposal tersebut hanya memuat “perbaikan kosmetik” dan belum mencakup komitmen rinci terkait penghentian pengayaan uranium maupun penyerahan stok uranium Iran yang ada saat ini.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan terhadap Iran apabila Teheran tidak mengubah posisinya dalam negosiasi nuklir.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved