5 Populer Internasional: Dalang Serangan PLTN UEA - Iran Sebut Mojtaba Khamenei Hanya Tergores
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah
Dalam pengumuman tersebut, pemerintah UEA menyebut sosok yang melakukan serangan drone di PLTN Barakah adalah dari wilayah Irak.
Pengumuman ini memicu kekhawatiran global mengenai eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di Timur Tengah.
Pasalnya, serangan ini menandai pertama kalinya sebuah fasilitas nuklir komersial aktif menjadi target langsung dalam pusaran konflik bersenjata regional tersebut.
Euronews melaporkan, Kementerian Pertahanan UEA menjelaskan berdasarkan hasil investigasi teknis dan pelacakan digital pasca-insiden, seluruh unit drone yang menyusup ke ruang udara mereka terkonfirmasi berasal dari wilayah tetangga, Irak.
Indikasi ini mengarah kuat pada keterlibatan kelompok milisi Syiah garis keras yang disokong penuh oleh pemerintahan Teheran, Iran.
"Sebagai bagian dari investigasi yang sedang berjalan atas serangan fatal terhadap Pembangkit Listrik Nuklir Barakah pada 17 Mei 2026, sistem pemantauan taktis kami mengonfirmasi bahwa tiga drone yang masuk ke wilayah kami sepenuhnya bergerak dari arah Irak," bunyi rilis resmi militer UEA, Selasa (19/5/2026).
Insiden menegangkan itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari.
Pertahanan udara UEA sebenarnya berhasil melumpuhkan dua drone penyusup.
Namun sial, satu drone lainnya berhasil lolos dari sistem cegat dan menghantam sebuah generator listrik yang terletak di luar perimeter dalam Pembangkit Barakah.
Akibat hantaman tersebut, kobaran api sempat membubung tinggi di area fasilitas.
3. Survei NYT: Warga AS Kini Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel, Popularitas Trump Ikut Anjlok
Dukungan publik Amerika Serikat (AS) terhadap Israel dan kemungkinan perang baru melawan Iran terus merosot tajam.
Jajak pendapat terbaru yang dilakukan The New York Times bersama Siena College menunjukkan mayoritas warga AS kini menolak keterlibatan militer Washington dalam konflik Timur Tengah yang semakin meluas.
Survei terhadap 1.507 pemilih terdaftar itu menemukan hanya 30 persen responden yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran.
Sebaliknya, sebanyak 64 persen menyatakan menolak perang baru melawan Teheran.