Jumat, 22 Mei 2026

5 Populer Internasional: Dalang Serangan PLTN UEA - Iran Sebut Mojtaba Khamenei Hanya Tergores

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mengakhiri perang dengan Iran dan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. 
  • Pemerintah Uni Emirat Arab merilis hasil investigasi serangan drone di PLTN Barakah yang disebut berasal dari Irak dan terkait kelompok milisi Syiah. 
  • Sementara itu, Iran membantah rumor kondisi parah Mojtaba Khamenei dan menegaskan ia hanya mengalami goresan kecil di telinga.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya merilis siapa dalang dalam serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, Iran membantah rumor kondisi parah Mojtaba Khamenei dan menyebut ia hanya mengalami goresan kecil di belakang telinga.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. AS Bakal Akhiri Perang Iran dengan Sangat Cepat, Trump: Mereka Tak akan Memiliki Senjata Nuklir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS bergerak cepat menuju pengakhiran perang dengan Iran, Selasa (19/5/2026) waktu setempat.

Trump diketahui membatalkan rencana untuk melanjutkan serangan terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa setelah adanya permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

"Kita akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka sudah lelah dengan ini," kata Trump di Gedung Putih, Selasa, dilansir Anadolu Agency.

"Saya pikir kita akan segera menyelesaikan itu, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mudah-mudahan kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik," tambahnya.

Sementara itu, Trump mengatakan ia akan melanjutkan serangan terhadap Iran dalam waktu satu jam jika ia tidak menundanya awal pekan ini atas permintaan sekutu regional.

“Mereka tahu bahwa kami sudah sangat dekat. Saya akan mengatakan bahwa saya hanya tinggal satu jam lagi sebelum membuat keputusan untuk pergi hari ini,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Dia mengatakan AS mungkin akan memberikan "pukulan besar lainnya" kepada Iran jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan permanen dalam beberapa hari mendatang.

“Mereka memohon untuk membuat kesepakatan. Saya harap kita tidak perlu berperang, tetapi kita mungkin harus memberi mereka pukulan besar lainnya,” katanya.

“Saya katakan, dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau sesuatu. Mungkin awal minggu depan, untuk jangka waktu terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru," paparnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Terkuak Dalang Serangan Drone Misterius ke PLTN Milik UEA, Benarkah Iran?

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan siapa sosok yang melakukan serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.

Dalam pengumuman tersebut, pemerintah UEA menyebut sosok yang melakukan serangan drone di PLTN Barakah adalah dari wilayah Irak.

Pengumuman ini memicu kekhawatiran global mengenai eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di Timur Tengah.

Pasalnya, serangan ini menandai pertama kalinya sebuah fasilitas nuklir komersial aktif menjadi target langsung dalam pusaran konflik bersenjata regional tersebut.

Euronews melaporkan, Kementerian Pertahanan UEA menjelaskan berdasarkan hasil investigasi teknis dan pelacakan digital pasca-insiden, seluruh unit drone yang menyusup ke ruang udara mereka terkonfirmasi berasal dari wilayah tetangga, Irak.

Indikasi ini mengarah kuat pada keterlibatan kelompok milisi Syiah garis keras yang disokong penuh oleh pemerintahan Teheran, Iran.

"Sebagai bagian dari investigasi yang sedang berjalan atas serangan fatal terhadap Pembangkit Listrik Nuklir Barakah pada 17 Mei 2026, sistem pemantauan taktis kami mengonfirmasi bahwa tiga drone yang masuk ke wilayah kami sepenuhnya bergerak dari arah Irak," bunyi rilis resmi militer UEA, Selasa (19/5/2026).

Insiden menegangkan itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari.

Pertahanan udara UEA sebenarnya berhasil melumpuhkan dua drone penyusup.

Namun sial, satu drone lainnya berhasil lolos dari sistem cegat dan menghantam sebuah generator listrik yang terletak di luar perimeter dalam Pembangkit Barakah.

Akibat hantaman tersebut, kobaran api sempat membubung tinggi di area fasilitas.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Survei NYT: Warga AS Kini Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel, Popularitas Trump Ikut Anjlok

Dukungan publik Amerika Serikat (AS) terhadap Israel dan kemungkinan perang baru melawan Iran terus merosot tajam.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan The New York Times bersama Siena College menunjukkan mayoritas warga AS kini menolak keterlibatan militer Washington dalam konflik Timur Tengah yang semakin meluas.

Survei terhadap 1.507 pemilih terdaftar itu menemukan hanya 30 persen responden yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran.

Sebaliknya, sebanyak 64 persen menyatakan menolak perang baru melawan Teheran.

“Hanya 30 persen yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran, sementara 64 persen menentangnya,” demikian hasil jajak pendapat New York Times/Siena College.

Selain itu, dukungan terhadap bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel juga mengalami penurunan signifikan.

Sebanyak 57 persen responden menolak bantuan militer tambahan untuk Israel, sementara hanya 37 persen yang masih mendukung.

“57 persen responden menolak bantuan militer tambahan AS kepada Israel,” tulis hasil survei tersebut.

Al Jazeera melaporkan hasil survei tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam opini publik AS seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kemanusiaan perang Gaza serta risiko eskalasi regional yang melibatkan Iran.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Di Tengah Rumor Oplas dan Kaki Palsu, Iran Sebut Mojtaba Khamenei Hanya Alami Goresan di Telinga

Iran mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, hanya mengalami goresan kecil di belakang telinganya.

Sebelumnya, muncul laporan yang menyebut bahwa Khamenei membutuhkan operasi plastik pada wajahnya akibat luka bakar parah di area wajah dan bibir.

Mojtaba Khamenei juga dirumorkan telah menjalani tiga operasi pada kakinya dan menunggu penggunaan kaki palsu.

Dalam komentar pertama Iran terkait kondisi Khamenei, Fars News, kantor berita semi-resmi negara tersebut, mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu berada dalam kondisi sehat sepenuhnya.

"Cedera punggungnya telah membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lututnya juga akan segera sembuh. Ia dalam keadaan sehat sepenuhnya," lapor kantor berita tersebut.

"Alhamdulillah, ia dalam keadaan sehat. Musuh menyebarkan berbagai macam rumor dan klaim palsu."

"Mereka ingin melihat dan menemuinya, tetapi masyarakat harus bersabar dan tidak terburu-buru. Ia akan berbicara kepada Anda ketika waktunya tepat," tambahnya.

Mengutip NDTV, Mazaher Hosseini, direktur jenderal protokol di kantor pemimpin tertinggi, mengatakan bahwa Khamenei hanya mengalami goresan kecil di belakang telinga.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Tinggalkan Selat Hormuz, Kapal Tanker China Bawa 4 Juta Barel Minyak Mentah

Dua kapal tanker super Tiongkok membawa 4 juta barel minyak mentah Timur Tengah keluar dari Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).

Kapal tanker China itu meninggalkan Selat Hormuz setelah menunggu di Teluk selama lebih dari dua bulan, menurut data pengiriman dari LSEG dan Kpler.

Kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) berbendera Tiongkok, Yuan Gui Yang, memuat 2 juta barel minyak mentah Basrah Irak pada 27 Februari 2026, sehari sebelum perang AS-Israel di Iran dimulai, menurut data tersebut.

Kapal tersebut, yang disewa oleh Unipec, divisi perdagangan dari perusahaan penyulingan terbesar di Asia, Sinopec, diperkirakan akan mencapai Pelabuhan Shuidong dekat kota Maoming di provinsi Guangdong selatan, pada 4 Juni 2026 untuk membongkar muatannya.

Diberitakan Arab News, kapal tanker VLCC berbendera Hong Kong, Ocean Lily, memuat masing-masing 1 juta barel minyak mentah Al-Shaheen Qatar dan Basrah Irak antara akhir Februari dan awal Maret.

Kapal tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan minyak besar Tiongkok, Sinochem, diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Quanzhou di provinsi Fujian bagian timur pada 5 Juni 2026 untuk membongkar muatannya.

AS Sita Kapal Tanker Minyak yang Terkait dengan Iran

Sementara itu, Amerika Serikat telah menyita sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di Samudra Hindia, demikian dilaporkan Wall Street Journal pada Selasa (19/5/2026).

Penyitaan dilakukan seiring AS mempertahankan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran bahkan saat negosiasi terus berlanjut.

Kapal tanker yang dikenal sebagai Skywave itu dikenai sanksi oleh AS pada Maret 2026, karena perannya dalam mengangkut minyak Iran dan kemungkinan membawa lebih dari 1 juta barel minyak mentah yang dimuat di Pulau Kharg, Iran, pada Februari 2026, menurut laporan tersebut.

Wall Street Journal, mengutip para pialang dan data dari Lloyd's List Intelligence, mengatakan bahwa kapal tersebut beroperasi di area yang dikenal sebagai tempat transfer minyak antar kapal yang ilegal.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved