Krisis Nafta di Jepang Picu Kenaikan Harga Barang, Ahli Soroti Dampak Subsidi Bensin
Salah satu supermarket di Osaka mulai menaikkan harga kantong plastik dari 5 yen menjadi 10 yen mulai bulan ini akibat kenaikan biaya bahan baku
Ringkasan Berita:
- Krisis pasokan naphtha di Jepang mulai memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari seperti kantong plastik, kemasan makanan, hingga produk industri payung.
- Para pelaku industri menilai kelangkaan bahan baku berbasis minyak bumi itu dipengaruhi tingginya konsumsi bensin yang mendapat subsidi pemerintah Jepang.
- Kondisi tersebut mendorong munculnya desakan agar Jepang mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada minyak bumi impor.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Kekurangan naphtha berbahan dasar minyak mentah mulai memengaruhi kehidupan masyarakat Jepang. Berbagai produk kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan harga dan sebagian mulai langka di pasaran.
"Naphtha (Nafta) merupakan bahan baku penting untuk membuat plastik, kemasan makanan, kantong belanja, cat, serat sintetis hingga payung," ungkap sumber Tribunnews.com dari kalangan industri Nafta Jepang Kamis (21/5/2026).
Karena perannya yang sangat luas, naphtha bahkan dijuluki sebagai “cairan ajaib” oleh kalangan industri Jepang.
Salah satu supermarket di Osaka mulai menaikkan harga kantong plastik dari 5 yen menjadi 10 yen mulai bulan ini akibat kenaikan biaya bahan baku.
Selain itu, supermarket tersebut juga mulai mengurangi penyediaan plastik gulung gratis yang biasa digunakan pelanggan untuk membungkus sayuran atau barang basah.
Baca juga: Momen Langka, Rusa Jinak Tersesat hingga ke Tengah Kota Osaka
Pihak toko menyebut harga bahan baku terus meningkat sementara pasokan mulai terganggu.
Yang paling dikhawatirkan saat ini adalah kenaikan harga tray makanan untuk daging dan ikan yang diperkirakan naik sekitar 20 persen mulai bulan depan.
Akibatnya, harga produk makanan di toko kemungkinan ikut naik sekitar 10 yen per item.
Industri Payung Jepang Juga Terkena Dampak
Dampak kekurangan naphtha juga dirasakan industri payung Jepang.
Bahan turunan minyak bumi digunakan hampir di seluruh bagian payung, mulai dari kain, lapisan cat, bahan cetak hingga beberapa bagian rangka.
Perusahaan payung Jepang mengaku mulai kesulitan memperoleh kepastian harga dari pabrik di China karena pasokan bahan baku tidak stabil.
Akibatnya sejumlah pesanan baru mengalami keterlambatan dan perusahaan kesulitan menentukan harga maupun jadwal pengiriman barang.
Ahli: Subsidi Bensin Turut Memicu Kekurangan Naphtha
Ekonom Hidekatsu Kumano dari Dai-ichi Life Research Institute menilai salah satu penyebab tersembunyi kekurangan naphtha adalah subsidi bensin pemerintah Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bahanbakuplastik1111.jpg)