Iran Vs Amerika Memanas
Netanyahu–Trump Cekcok soal Iran, Israel Desak Serangan Militer AS Segera Dilanjutkan
Trump dan Netanyahu cekcok soal Iran. Israel desak serangan AS dilanjutkan, sementara Washington masih memilih jalur diplomasi demi cegah perang besar
Namun disisi lain, Trump masih memilih memberi kesempatan bagi proses negosiasi.
Pemerintah AS meyakini peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka sehingga pendekatan diplomatik dinilai perlu terus diutamakan sebelum mengambil langkah militer yang berpotensi memicu perang besar di kawasan Timur Tengah.
Perbedaan pandangan itu memperlihatkan mulai munculnya ketegangan antara Washington dan Tel Aviv terkait strategi menghadapi Iran, di saat situasi geopolitik kawasan masih sangat sensitif dan berisiko memicu eskalasi konflik lebih luas.
Iran dan AS Masih Bertukar Pesan Rahasia
Lebih lanjut, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Tel Aviv terkait langkah menghadapi Iran, jalur komunikasi antara Amerika Serikat dan Teheran ternyata masih terus berlangsung secara tertutup.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pemerintah Iran dan Amerika Serikat masih saling bertukar pesan melalui mediasi Pakistan.
Komunikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik militer terbuka di kawasan Timur Tengah.
Proses mediasi itu juga disebut mendapat dukungan dari sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates yang khawatir perang langsung antara Iran dan Amerika Serikat dapat memicu ketidakstabilan besar di kawasan.
Meski jalur diplomatik masih berjalan, sejumlah sumber regional menyebut hingga kini belum ada kemajuan signifikan dalam pembahasan isu-isu utama antara kedua negara.
Persoalan mengenai program nuklir Iran, pencabutan sanksi, hingga aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri disebut masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi.
Iran juga dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari tuntutan utamanya kepada Amerika Serikat.
(Tribunnews.com / Namira)