Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel
Gelombang Kecaman Dunia atas Penyiksaan Aktivis Sumud Flotilla, Netanyahu Kritik Ben Gvir
Gelombang kecaman dunia atas video aktivis Global Sumud Flotilla diperlakukan aparat Israel, 9 WNI ikut ditahan.
Ringkasan Berita:
- Video perlakuan aparat Israel terhadap aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 memicu kecaman internasional. Armada 50 kapal dengan 400 peserta dari 40 negara dicegat saat menuju Gaza.
- Sembilan WNI, terdiri dari jurnalis dan aktivis, ditangkap.
- Italia, Prancis, Spanyol, Inggris, hingga Kanada mengecam keras tindakan Israel
- PM Netanyahu menegur Ben Gvir dan berjanji mendeportasi relawan
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang kecaman internasional terus mengalir setelah beredarnya video perlakuan aparat Israel terhadap peserta armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dicegat saat menuju Gaza.
Armada ini melibatkan lebih dari 400 aktivis dari 40 negara dengan sekitar 50 kapal, berangkat dari Turki membawa bantuan kemanusiaan dan makanan untuk warga Gaza dalam upaya menembus blokade Israel.
Video Penyiksaan Aktivis
Rekaman video memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) terduduk di tanah dengan tangan terikat, dikelilingi aparat keamanan Israel.
Peristiwa ini terjadi setelah pasukan Israel mencegat hampir 50 kapal flotilla yang berlayar menuju Gaza di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).
Ketegangan meningkat pada Rabu (20/5/2026) ketika Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menghadapi ratusan aktivis flotilla Gaza yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.
Dalam rekaman, para tahanan tampak berlutut dengan tangan diborgol saat Ben Gvir berjalan melewati mereka sambil mengibarkan bendera Israel. Ia berteriak: “Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang… bukan pahlawan, hanya pendukung teroris.”
Menteri Transportasi Israel, Miriam Regev, menuduh para tahanan mendukung “terorisme” dan menegaskan mereka pantas dipenjara.
“Tidak ada kaitannya sama sekali dengan bantuan kemanusiaan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para aktivis akan dikirim kembali ke negara asal mereka.
Menurut GSF, lebih dari 420 peserta dari 40 negara telah ditahan dalam operasi tersebut.
Video penahanan ini memicu kecaman internasional, dengan Italia dan Prancis memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan atas perlakuan terhadap para aktivis flotilla.
Baca juga: Beredar Video Aktivis Sumud Flotilla Dipaksa Sujud dan Tangan Terikat, Ini Kata Netanyahu
Gelombang Kecaman Dunia
Sejumlah kepala negara dan menteri luar negeri dari berbagai negara menilai tindakan tersebut melanggar martabat manusia dan mendesak pembebasan para aktivis yang ditahan.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”.
Meloni menuntut seluruh warga negara Italia yang ikut dalam armada kemanusiaan itu segera dibebaskan. Ia juga meminta permintaan maaf resmi atas perlakuan yang disebutnya menunjukkan “penghinaan total” terhadap pemerintah Italia.
“Tidak dapat diterima bahwa para demonstran ini, termasuk banyak warga Italia, mengalami perlakuan yang melanggar martabat manusia,” ujar Meloni dalam pernyataannya di media sosial.
Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, yang menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan “mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi”.