Kamis, 28 Mei 2026

Piala Dunia 2026

New York Buka Undian Tiket Murah Piala Dunia 2026, Harga Cuma 50 Dolar AS

New York siapkan 1.000 tiket Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS di tengah protes mahalnya harga tiket FIFA.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • New York membuka undian 1.000 tiket Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS khusus untuk warga kota.
  • Program itu mencakup transportasi gratis menuju Stadion MetLife dan berlaku untuk tujuh pertandingan selain final.
  • Kebijakan ini muncul setelah kritik luas terhadap mahalnya harga tiket FIFA yang mencapai ribuan dolar AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota New York resmi meluncurkan program tiket murah Piala Dunia 2026 setelah gelombang kritik terhadap tingginya harga tiket pertandingan di Amerika Serikat terus membesar dalam beberapa bulan terakhir.

Wali Kota New York Zohran Mamdani pada Kamis (21/5/2026) mengumumkan sebanyak 1.000 tiket akan dijual kepada warga New York dengan harga hanya 50 dolar AS atau sekitar 885 ribu rupiah.

Tiket tersebut berlaku untuk tujuh pertandingan di Stadion MetLife, New Jersey, termasuk laga fase grup dan babak gugur awal, tetapi tidak mencakup partai final.

The Guardian melaporkan program tersebut menjadi yang pertama di antara seluruh kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang secara khusus menyediakan akses tiket murah bagi warga lokal.

Setiap pertandingan akan mendapat alokasi sekitar 150 tiket yang ditempatkan di tribun atas stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut.

Tiket Sudah Termasuk Transportasi Gratis

Selain tiket pertandingan, pemerintah kota juga menyediakan transportasi bus pulang-pergi gratis dari New York menuju stadion di East Rutherford, New Jersey.

Sistem undian dibuka mulai 25 Mei hingga 30 Mei dengan batas maksimal 50 ribu pendaftar per hari.

Pemenang undian diperbolehkan membeli maksimal dua tiket.

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Lagu Suporter Buatan AI Viral dan Kalahkan Anthem Resmi FIFA

Pemerintah kota menegaskan tiket tidak dapat dipindahtangankan guna mencegah praktik calo dan penjualan ulang di pasar sekunder yang selama ini membuat harga melambung tinggi.

“Pada dasarnya sepak bola adalah permainan kelas pekerja. Tetapi sekarang begitu banyak masyarakat pekerja yang tidak mampu membeli tiketnya,” kata Mamdani seperti dikutip dari Yahoo Sports.

Ia menilai Piala Dunia seharusnya menjadi perayaan terbuka bagi seluruh penggemar, bukan hanya untuk kalangan tertentu yang mampu membayar tiket mahal.

“Kami tidak ingin olahraga menjadi komoditas mewah. Kami ingin setiap warga New York merasa menjadi bagian dari turnamen ini,” ujar Mamdani.

Harga Tiket FIFA Jadi Sorotan

Menurut Al Jazeera, kebijakan tiket murah tersebut muncul di tengah kemarahan publik terhadap sistem dynamic pricing yang digunakan FIFA.

Sistem itu membuat harga tiket berubah mengikuti permintaan pasar dan menyebabkan banyak tiket melonjak jauh di atas harga awal.

Harga tiket pertandingan di kawasan New York/New Jersey menjadi salah satu yang paling mahal di seluruh turnamen.

Yahoo Sports melaporkan tiket termurah untuk laga Norwegia melawan Senegal di MetLife masih dijual sekitar 459 dolar AS atau lebih dari Rp7 juta.

Sementara itu, tiket final Piala Dunia 2026 dilaporkan mencapai ribuan hingga puluhan ribu dolar AS di pasar sekunder.

Al Jazeera menyebut beberapa kursi premium bahkan mendekati 33 ribu dolar AS.

Baca juga: Jual 1.000 Tiket Murah Piala Dunia 2026, Wali Kota New York Kena Kritik: Pengeluaran Rp1,4 T

Kritik juga muncul terhadap biaya transportasi menuju stadion.

Dikutip dari The Guardian, operator New Jersey Transit sebelumnya menetapkan tarif perjalanan kereta pulang-pergi dari Manhattan ke MetLife sebesar 150 dolar AS sebelum akhirnya diturunkan menjadi 105 dolar AS setelah menuai protes.

Mamdani Kritik FIFA

Mamdani sebelumnya telah beberapa kali menyerang kebijakan harga FIFA selama kampanye politiknya. Ia menuding badan sepak bola dunia itu lebih mengutamakan pendapatan dibanding akses bagi penggemar biasa.

“Tidak banyak kesempatan bagi orang-orang yang benar-benar mencintai sepak bola untuk bisa datang langsung menyaksikan pertandingan,” kata Mamdani.

Ia juga memperingatkan harga tiket yang terlalu mahal dapat merusak atmosfer turnamen karena kursi stadion berisiko dipenuhi pembeli spekulatif dibanding suporter asli.

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Stadion MetLife dijadwalkan menjadi tuan rumah lima pertandingan fase grup, dua laga babak gugur, serta partai final pada 19 Juli 2026.

Anthem AI Piala Dunia 2026 Viral

Menjelang Piala Dunia 2026, media sosial diramaikan lagu-lagu suporter buatan kecerdasan buatan (AI) yang viral di TikTok, YouTube, dan Instagram.

Baca juga: Daftar Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Neuer Kembali, Musiala-Wirtz Jadi Harapan Baru

Dilansir Al Jazeera, anthem digital untuk timnas seperti Argentina, Portugal, Brasil, hingga Prancis mulai menyaingi popularitas lagu resmi FIFA yang dibawakan musisi dunia seperti Shakira, Jelly Roll, dan Carin León.

Salah satu anthem AI yang paling viral adalah “Imbattables” untuk Timnas Prancis, dibuat kreator musik AI asal Prancis bernama Crystalo.

Lagu tersebut menyebut nama pemain seperti Kylian Mbappé dengan irama cepat bergaya phonk yang mudah digunakan untuk video pendek.

Tak lama kemudian, muncul anthem serupa untuk Portugal dengan sosok Cristiano Ronaldo hingga Argentina yang mengangkat Lionel Messi.

Fenomena ini menunjukkan perubahan budaya suporter di era digital.

Fans kini tidak hanya membuat chant stadion, tetapi juga menciptakan lagu virtual sendiri menggunakan AI generatif.

Produser musik Brasil Guilherme Maia mengatakan teknologi AI kini dipakai untuk membantu menyusun elemen musik secara cepat dan murah.

Di sisi lain, tren tersebut memicu kekhawatiran industri musik global.

Baca juga: Lamine Yamal dan Ambisi Besarnya Bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026

Para ahli menilai musik AI menimbulkan persoalan baru terkait hak cipta, kepemilikan karya, hingga masa depan kreativitas manusia.

Meski dianggap lebih sederhana dibanding karya musisi manusia, banyak pendengar tetap menikmati anthem AI karena mudah diingat, cepat viral, dan terasa dekat dengan budaya internet generasi muda.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved