Jumat, 29 Mei 2026

Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel

WNI Relawan Sumud Flotilla Mengaku Disiksa Tentara Israel, Ada yang Dipukul hingga Disetrum

Sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla dibebaskan di Turki, ungkap alami kekerasan saat ditahan militer Israel.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Sembilan WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dibebaskan Israel dan tiba di Istanbul, Turki.
  • KJRI mengungkap mereka alami kekerasan fisik saat ditahan, termasuk dipukul dan disetrum. 
  • Pemerintah RI mengecam tindakan Israel dan menyiapkan pemulangan ke Indonesia pada Sabtu (23/5)

TRIBUNNEWS.COM - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku mengalami tindak kekerasan saat ditahan militer Israel usai dicegat di perairan internasional.

Kini, kesembilan WNI tersebut telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki, sebelum dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

Keterangan mengejutkan itu disampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul setelah bertemu langsung dengan para WNI peserta misi kemanusiaan untuk Gaza tersebut.

“Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF, mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat,” ujar Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang disiarkan melalui akun Instagram resmi Menteri Luar Negeri RI, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Daftar Pelanggaran Israel usai Tangkap Aktivis Global Sumud Flotilla

Meski dalam kondisi selamat, para WNI disebut mengalami perlakuan kasar selama berada dalam tahanan Israel.

“Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum,” lanjut Darianto.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik, terutama karena para peserta Global Sumud Flotilla berangkat membawa misi kemanusiaan untuk warga Gaza yang terdampak konflik.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam dugaan penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan aparat Israel terhadap para WNI dan aktivis internasional lainnya.

Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah atau Pusat Legal bagi Hak Minoritas Arab di Israel, juga mengungkap adanya dugaan penyiksaan terhadap para aktivis yang ditahan.

Pengacara Adalah, Suhad Bishara, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya aktivis yang harus dirawat di rumah sakit setelah ditembak peluru karet oleh aparat Israel.

Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa alasan jelas.

“Tanpa alasan, tanpa pembenaran apa pun,” ujar Bishara saat menjelaskan hasil kunjungan 11 pengacara terhadap para tahanan aktivis flotilla.

Global Sumud Flotilla sebelumnya menyebut kapal-kapal bantuan kemanusiaan mereka diserang militer Israel di perairan internasional pada Senin (18/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026).

Sebanyak 428 partisipan dari berbagai negara, termasuk sembilan WNI, kemudian ditangkap dan dibawa paksa ke Israel.

Mereka sempat ditahan di pusat penahanan Pelabuhan Ashdod sebelum akhirnya diperintahkan untuk dideportasi oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dijadwalkan Pulang ke Indonesia Besok

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dijadwalkan kembali ke Tanah Air dari Turki pada Sabtu (23/5/2026).

Kabar tersebut disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, setelah para relawan dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5/2026).

Saat ini, para relawan masih berada di Turki untuk menjalani sejumlah prosedur sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Proses pemulangan dari Israel menuju Istanbul berlangsung lancar berkat koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan relawan internasional.

Para relawan juga diwajibkan menjalani sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pemeriksaan kesehatan dan pengambilan kesaksian terkait dugaan kekerasan yang mereka alami selama ditahan militer Israel.

Baca juga: Kemlu Tegaskan Tak Komunikasi Langsung dengan Israel soal Pembebasan Relawan Sumud Flotilla

Kronologi Kejadian 

Sebelumnya, sembilan WNI yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis ikut dalam misi Global Sumud Flotilla untuk menyalurkan bantuan ke Gaza.

Namun, kapal yang mereka tumpangi dicegat militer Israel di perairan internasional sebelum seluruh peserta dibawa ke pusat penahanan Israel.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memastikan kesembilan WNI tersebut telah tiba dengan selamat di Istanbul pada Kamis waktu setempat.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” ujar Sugiono melalui akun X resminya.

Pemerintah Indonesia kini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh proses kepulangan para WNI ke Indonesia dapat berjalan aman dan lancar.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved