Iran Vs Amerika Memanas
AS Kecolongan! Manfaatkan Gencatan Senjata, Iran Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi
Intelijen AS mengungkap Iran diam-diam bangun lagi industri drone saat gencatan senjata masih berlangsung.
Ringkasan Berita:
- Intelijen Amerika Serikat menilai Iran mulai memulihkan produksi drone dan kemampuan militernya jauh lebih cepat dari perkiraan setelah perang melawan Israel.
- Penilaian itu memicu kekhawatiran baru di Pentagon karena Teheran disebut masih memiliki sebagian besar peluncur rudal dan ribuan drone aktif.
- Kondisi tersebut menimbulkan keraguan atas klaim Washington bahwa serangan gabungan AS-Israel telah melumpuhkan kekuatan militer Iran dalam jangka panjang.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi kekhawatiran baru setelah intelijen mereka menemukan bahwa Iran diam-diam membangun kembali kemampuan militernya selama masa gencatan senjata dengan Washington dan Israel.
Dikutip dari CNN, Iran telah memulai kembali sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.
Empat sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan pemulihan kekuatan militer Iran berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal Pentagon.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di Washington karena sebelumnya AS dan Israel mengklaim serangan gabungan mereka berhasil melumpuhkan kemampuan pertahanan Iran untuk waktu yang lama.
Namun laporan intelijen terbaru justru menunjukkan Teheran mampu kembali mengaktifkan fasilitas produksi senjata dalam waktu relatif singkat.
“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.
Iran Bangun Lagi Basis Militernya
Menurut laporan intelijen AS, Iran tidak hanya kembali memproduksi drone.
Teheran juga disebut mulai memindahkan dan mengganti lokasi peluncur rudal, memperbaiki sistem persenjataan utama, serta membangun kembali kapasitas manufaktur militer yang sebelumnya rusak akibat pemboman AS-Israel.
Baca juga: AS Boncos! 200 Rudal THAAD Ludes Demi Lindungi Israel dari Serangan Iran
CNN melaporkan sebagian fasilitas industri pertahanan Iran ternyata masih bertahan sehingga proses pemulihan tidak dimulai dari nol.
Hal itu membuat kemampuan militer Iran pulih jauh lebih cepat dibanding prediksi awal Washington.
Sejumlah pejabat intelijen bahkan memperkirakan Iran dapat memulihkan penuh kemampuan serangan drone hanya dalam waktu sekitar enam bulan.
Kecepatan pemulihan itu dinilai mengejutkan Pentagon dan memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas operasi militer besar-besaran yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel.
Drone Jadi Ancaman Baru
Para pejabat AS kini menilai ancaman terbesar Iran justru berasal dari armada drone yang tetap bertahan setelah perang.
Menurut dua sumber intelijen yang dikutip CNN, sekitar 50 persen kemampuan drone Iran dilaporkan masih utuh meski perang berlangsung selama berminggu-minggu.