Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-84 Perang Iran, AS Mulai Lunak? Pembicaraan Damai Berlanjut di Tengah Ancaman Trump
AS dan Iran kembali bertukar proposal damai di tengah ancaman Donald Trump untuk mengambil langkah “sangat drastis”.
Untuk pertama kalinya, lembaga tersebut juga merilis rekaman penyelamatan korban dari gedung-gedung yang hancur.
Serangan terhadap fasilitas sipil itu semakin memperkuat tekanan internasional terhadap perang yang dinilai telah menimbulkan kerusakan kemanusiaan besar di Iran.
AS Mulai Kehabisan Sumber Daya
Di sisi lain, tekanan perang kini juga mulai dirasakan Washington.
Baca juga: Rupiah Masih Melemah ke Rp 17.667, Pengamat Soroti Perang Iran hingga Kenaikan BI Rate
Bloomberg melaporkan Iran telah menghancurkan lebih dari dua lusin drone MQ-9 Reaper milik AS sejak konflik dimulai.
Kerugian itu diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar dolar AS atau hampir 20 persen dari total inventaris drone Reaper Pentagon sebelum perang.
Selain itu, Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengungkap Washington juga menunda penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS kepada Taiwan demi memastikan stok amunisi cukup untuk operasi militer melawan Iran.
Keputusan tersebut memicu kekhawatiran baru di kawasan Indo-Pasifik karena AS mulai dipandang kesulitan menjaga kesiapan militernya di dua kawasan sekaligus.
Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman Global
Perang juga terus menempatkan Selat Hormuz sebagai titik paling rawan dunia.
Iran sebelumnya telah menutup jalur strategis tersebut bagi sebagian besar kapal internasional sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel.
Gangguan di Selat Hormuz disebut telah memicu lonjakan harga energi dunia serta meningkatkan risiko inflasi global baru.
Ketidakpastian itu membuat banyak negara mulai khawatir konflik Timur Tengah dapat berkembang menjadi krisis ekonomi internasional yang lebih luas.
Lebanon dan Palestina Ikut Memanas
Konflik juga terus meluas ke wilayah lain di Timur Tengah.
Militer Israel melaporkan serangan udara terbaru di Lebanon selatan menewaskan dua orang setelah terdeteksi adanya “pergerakan mencurigakan” dekat perbatasan.
Sementara itu, AS menjatuhkan sanksi terhadap sembilan orang yang dituduh membantu Hezbollah memperkuat pengaruhnya di Lebanon.
Baca juga: Perang Iran Hari ke-83: Teheran Tinjau Proposal Damai AS, Ancam Buka Front Baru jika Diserang Lagi
Di Palestina, utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menuduh Israel terus melakukan hukuman kolektif terhadap lebih dari dua juta warga Gaza melalui blokade bantuan dan serangan militer berkelanjutan.
Ia memperingatkan dunia internasional agar tidak menjadi “terbiasa melihat warga Palestina dibunuh.”
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meski pembicaraan damai AS-Iran mulai bergerak, perang di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)