WNI Asal Boyolali Jadi Anggota Pemadam Kebakaran Sukarela di Saga Jepang
WNI asal Boyolali, Arifin, resmi jadi anggota shobodan di Saga, Jepang. Ia aktif membaur sambil bekerja di sektor pertanian
Ringkasan Berita:
- Arifin, WNI asal Boyolali, menjadi anggota shobodan atau pemadam kebakaran sukarela di Kota Tara, Saga, Jepang
- Ia aktif membaur dengan warga lokal sambil bekerja di sektor pertanian jeruk mandarin melalui program Tokutei Ginou
- Arifin tercatat sebagai WNI pertama di shobodan Tara sejak April 2025.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Boyolali, Jawa Tengah, Arifin (30), aktif berbaur dengan masyarakat Jepang hingga resmi menjadi anggota shobodan atau pemadam kebakaran sukarela di Kota Tara, Prefektur Saga, Jepang.
Pria kelahiran 22 Juni 1995 tersebut pertama kali datang ke Jepang pada Oktober 2015 sebagai peserta magang teknis di Kota Kariya, Prefektur Aichi.
Selama tiga tahun ia bekerja di pabrik kaca mobil dengan tugas memasang bracket kamera dan karet pinggiran kaca kendaraan.
"Pada Oktober 2018 kembali ke Indonesia. Setelah pulang, saya mulai tertarik mendalami dunia pertanian, khususnya budidaya padi, melalui diskusi bersama kakak ipar," papar Arifin khusus kepada Tribunnews.com Jumat (22/5/2026).
Ketertarikan itu membawanya mempelajari program Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou) bidang pertanian sejak 2022. Pada April 2023 ia kembali ke Jepang menggunakan visa tokutei ginou melalui perusahaan haken (outsourcing) dengan sistem kerja nomaden dan ditempatkan di Nayoro-shi, Hokkaido selama tujuh bulan.
Baca juga: Dua WNI Jadi Anggota Pemadam Kebakaran Sukarela di Jepang
Oktober 2023 ia pindah ke Tara, Saga, dengan kontrak tiga bulan. Namun pada Januari 2024 ia memutuskan keluar dari perusahaan haken tersebut dan sempat menganggur hingga April sambil tinggal di apartemen di Toyohashi, Aichi.
Pada April 2024 ia memperoleh pekerjaan di Nagano menggunakan visa tokutei katsudou. Setelah kontraknya selesai, ia kembali menghubungi perusahaan di Tara yang sebelumnya pernah mempekerjakannya.
Akhirnya pada November 2024, izin tinggal baru dengan status tokutei ginou terbit dan ia mulai bekerja tetap di sektor pertanian jeruk mandarin di Tara hingga sekarang. Perusahaan tempatnya bekerja diketahui mengelola lebih dari 30 jenis jeruk.
Tak hanya bekerja, ia juga aktif membaur dengan masyarakat lokal. Meski sebelumnya belum pernah menjadi anggota pemadam kebakaran di Indonesia, ia memutuskan bergabung dengan shobodan Tara karena ingin mempererat hubungan dengan pemuda setempat sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang percakapan.
Menurutnya, warga Tara sangat ramah, sementara populasi dan jumlah pemuda di kota tersebut terus menurun. Karena itu ia ingin ikut membantu “moriage” atau meramaikan serta menghidupkan komunitas Tara.
Selain kegiatan damkar sukarela, ia juga rutin mengikuti berbagai kegiatan masyarakat seperti festival musim panas (omatsuri), undoukai, dan kegiatan olahraga warga.
Ia mengaku ingin terus meningkatkan kemampuan kerja dan kedisiplinan ala Jepang. Setelah menyelesaikan program Tokutei Ginou 1, ia berencana pulang ke Indonesia untuk menikah nanti sebelum kembali ke Jepang lagi mengambil Tokutei Ginou 2.
Arifin resmi menjadi anggota shobodan sejak April 2025 bersamaan dengan pelantikan anggota baru lainnya. Pria asing pertama dari Indonesia di shobodan Tara, prefektur Saga.
”Dulu ketika magang saya juga sering partisipasi charity concert dengan komunitas (Pasoepati Japan) Makanan kesukaan saya adalah BBQ sapi sama ramen," papar Arifin, WNI kedua di Jepang yang menjadi anggota Shobodan di Jepang.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jepang232233.jpg)