Senin, 25 Mei 2026

5 Populer Internasional: Wilayah Udara Iran Mendadak Kosong - Trump Absen dalam Pernikahan Putranya

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Donald Trump memilih absen di pernikahan putranya dan karena isu Iran.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Iran menutup sebagian besar wilayah udaranya karena spekulasi serangan baru dari Amerika Serikat
  • Donald Trump memilih absen di pernikahan putranya dan tetap berada di Gedung Putih karena isu Iran
  • Rusia mengajak wartawan Barat melihat lokasi serangan Ukraina di Luhansk untuk membantah tuduhan bohong.

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai peristiwa dunia menarik perhatian publik dalam sehari terakhir.

Iran menutup sebagian besar wilayah udaranya setelah muncul spekulasi bahwa AS tengah mempertimbangkan serangan militer baru terhadap Teheran. 

Sementara itu, Trump dipastikan absen di pernikahan putranya, Donald Trump Jr, di Bahama. Ia memilih tetap berada di Gedung Putih karena situasi konflik sensitif.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. Wilayah Udara Iran Mendadak Kosong, Teheran Mulai Cium Sinyal Serangan Baru dari AS

Iran memutuskan menutup sebagian besar wilayah udaranya di tengah munculnya spekulasi mengenai kemungkinan serangan militer baru dari Amerika Serikat terhadap Teheran.

Otoritas penerbangan Iran mengonfirmasi bahwa pembatasan sementara penerbangan telah diberlakukan melalui pemberitahuan resmi penerbangan atau NOTAM.

Pembatasan tersebut, mencakup sejumlah bandara di wilayah barat Iran dan diperkirakan berlangsung hingga awal pekan depan.

Dampak dari kebijakan itu langsung terlihat dari data pelacakan penerbangan internasional yang menunjukkan wilayah udara Iran mendadak hampir kosong dari lalu lintas pesawat komersial.

Banyak maskapai penerbangan internasional mulai menghindari jalur udara Iran demi alasan keamanan.

Data dari FlightAware memperlihatkan sejumlah penerbangan rute Eropa menuju Asia kini dialihkan melewati koridor selatan Teluk.

Perubahan rute tersebut membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang sekaligus meningkatkan biaya bahan bakar operasional maskapai.

Selain itu, perusahaan pemantau penerbangan internasional mencatat gangguan dan pengalihan rute di kawasan Timur Tengah meningkat hampir 35 persen dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan.

Hingga kini pemerintah Iran belum menjelaskan secara rinci alasan utama penutupan wilayah udara tersebut.

Namun langkah itu terjadi di saat hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat dilaporkan masih mengalami kebuntuan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Pertimbangkan Proposal Perdamaian, Iran Sebut AS Ajukan Tuntutan Berlebihan, Trump Kini Ubah Rencana

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved