Rabu, 27 Mei 2026

5 Populer Internasional: Wilayah Udara Iran Mendadak Kosong - Trump Absen dalam Pernikahan Putranya

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Donald Trump memilih absen di pernikahan putranya dan karena isu Iran.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Iran menuduh Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan yang berlebihan, Sabtu (23/5/2026).

Saat ini, para pemimpin Republik Islam tersebut tengah mempertimbangkan proposal perdamaian terbaru.

Sementara, AS kemungkinan sedang mempertimbangkan serangan baru.

Panglima militer Pakistan yang berpengaruh tiba di Teheran pada Jumat (22/5/2026) untuk memperkuat mediasi.

Sedangkan, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengubah rencananya untuk tidak menghadiri pernikahan putranya dan tetap berada di Washington karena "keadaan yang berkaitan dengan pemerintahan," yang memicu spekulasi bahwa situasi telah memasuki tahap yang sensitif.

Dilansir Arab News, Trump menggambarkan negosiasi yang tersendat-sendat minggu ini sebagai berada di "garis batas" antara serangan yang diperbarui dan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Adapun konflik dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 dan menyebabkan blokade yang saling bertentangan di sekitar Selat Hormuz yang strategis yang telah mengganggu perekonomian global.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Netanyahu Naik Pitam, Sebut Trump Salah Langkah karena Tunda Serangan ke Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kemarahannya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Washington memilih membuka jalur diplomasi dengan Iran dibanding melanjutkan serangan militer.

Hal itu terungkap setelah sumber Israel menyebut bahwa hubungan Netanyahu dan Trump memanas setelah keduanya terlibat percakapan sengit via sambungan telepon pada saat membahas strategi perang terhadap Iran.

Sebelumnya Washington dikenal mendukung tekanan militer dan strategi agresif terhadap Teheran. Namun awal pekan ini Trump memutuskan untuk menghentikan rencana serangan terhadap Iran.

Keputusan penundaan tersebut diambil setelah sejumlah negara Arab di kawasan Timur Tengah meminta Washington memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi dan negosiasi.

Perubahan sikap tersebut sontak memicu kekecewaan Netanyahu hingga dia mendesak Amerika Serikat tetap melanjutkan operasi militer sesuai rencana awal karena menurutnya menunda serangan terhadap Iran merupakan langkah yang salah.

Pasalnya, pemerintah Israel selama ini memandang Iran sebagai ancaman utama bagi keamanan nasionalnya.

Israel menilai program rudal dan pengaruh militer Iran di kawasan Timur Tengah terus berkembang dan berpotensi memperkuat kelompok-kelompok sekutu Teheran di wilayah konflik.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved