Senin, 1 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Sebut Kesepakatan dengan AS masih Jauh dari Kata Selesai

Baghaei mengakui adanya kemajuan dalam proses negosiasi, namun ia menepis rumor bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama

Doha memang menjadi pemain kunci dalam upaya mempercepat kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan serta memulihkan lalu lintas pelayaran di jalur perdagangan vital Selat Hormuz.

Presiden Trump pada Senin pagi waktu setempat juga telah memberi peringatan keras kepada Iran bila negosiasi tersebut tak berjalan dengan baik, 

Trump mengancam bahwa pertempuran dengan Iran akan kembali terjadi dalam skala lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya  jika pembicaraan tersebut gagal.

Sebelumnya, pada Minggu, Trump menyatakan tidak akan terburu-buru dalam membuat kesepakatan.

Pernyataan ini merupakan langkah mundur dari narasi sebelumnya yang dilontarkan oleh pihak AS maupun Iran yang sempat mengindikasikan bahwa pengumuman kesepakatan sudah dekat.

Trump juga secara eksplisit mengaitkan kesepakatan Iran dengan Abraham Accords.

Baca juga: Iran Klaim Tarif Navigasi demi Keamanan, Selat Hormuz Kini Jadi Titik Panas Dunia

Abraham Accords atau Perjanjian Abraham adalah serangkaian kesepakatan diplomatik yang dimediasi oleh Amerika Serikat untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Ia menyerukan kepada sejumlah negara di kawasan tersebut, termasuk Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Jordania, untuk bergabung dalam perjanjian tersebut.

Trump Terus Dapat Tekanan Dalam Negeri

Tak hanya menuai kecaman dari luar negeri terkait negosiasi yang berlarut-larut, isi kesepakatan perjanjian yang diajukan Trump kepada Iran pun juga menuai kritik keras dari AS sendiri.

Rincian mengenai nota kesepahaman (MoU) terkait potensi kesepakatan Iran yang mulai muncul ke publik pun telah menuai penolakan dari sejumlah kalangan tokoh di AS.

Sejumlah anggota parlemen senior dari Partai Republik memperingatkan bahwa isi kesepakatan tersebut bisa menjadi kesalahan yang membawa bencana.

Menanggapi kritik tersebut, Trump membalas dengan menyerang pihak-pihak tersebut sebagai orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang potensi kesepakatan dengan Iran.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved