MUFG Jepang Pertimbangkan Masa Depan Kepemilikan Saham di Bank Danamon
MUFG disebut tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk menyusun berbagai skenario strategis terkait investasi mereka di Danamon
Ringkasan Berita:
- Grup keuangan asal Jepang, MUFG, dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi strategis atas kepemilikan sahamnya di Bank Danamon
- Skenario yang dibahas mencakup kemungkinan menjadikan bank tersebut sebagai perusahaan tertutup atau menjual sebagian saham untuk meningkatkan likuiditas publik
- Hingga kini, pembahasan masih bersifat internal dan belum ada keputusan resmi dari pihak terkait
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Grup keuangan terbesar Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), dikabarkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait kepemilikan sahamnya di bank besar Indonesia, Bank Danamon Indonesia.
Menurut sumber tersebut, opsi yang tengah dipertimbangkan MUFG mencakup kemungkinan menjadikan Bank Danamon sebagai perusahaan tertutup (go private) maupun menjual sebagian saham kepemilikannya guna meningkatkan jumlah saham beredar di publik (free float).
MUFG disebut tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk menyusun berbagai skenario strategis terkait investasi mereka di Danamon. Namun hingga kini pembahasan masih bersifat internal dan belum ada keputusan final.
Karena proses diskusi masih tertutup dan belum tentu menghasilkan kesepakatan, para sumber meminta identitas mereka dirahasiakan.
Pihak MUFG menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sementara itu, pihak Bank Danamon juga belum memberikan tanggapan resmi.
Baca juga: RUPST Bank Danamon Sepakati Pembayaran Dividen Rp 1,1 Triliun, Sususan Direksi Juga Dirombak
MUFG sendiri merupakan pemegang saham pengendali Bank Danamon setelah secara bertahap meningkatkan investasinya di bank tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi ekspansi MUFG di Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan sektor perbankan yang besar.
Apabila MUFG memutuskan melakukan privatisasi penuh terhadap Danamon, langkah tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu aksi korporasi besar di sektor perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Namun bila memilih menjual sebagian saham, pasar menilai hal itu dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Danamon di Bursa Efek Indonesia.
Laporan Bloomberg ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar dan investor regional karena mencerminkan kemungkinan perubahan strategi bisnis MUFG di Indonesia di tengah dinamika ekonomi global dan persaingan industri perbankan Asia.
Sumber Tribunnews.com di perbankan Jepang itu juga tidak menolak adanya kemungkinan tersebut, "Namun dengan syarat kalau bisa menjadi go private nantinya bank Danamon tersebut," ungkapnya Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan data laporan pemegang saham per 31 Oktober 2025, MUFG Bank Ltd. merupakan pemegang saham pengendali PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dengan kepemilikan sebesar 91,47 persen atau setara dengan 8.940.317.662 saham.
Sesi pagi ini, saham Bank Danamon diperdagangkan dalam rentang Rp4.770-Rp4.900 per lembar saham.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung.
Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sahamdddd.jpg)