Konflik Palestina Vs Israel
Tak Ada Domba, Warga Palestina Rayakan Idul Adha Tanpa Kurban di Tengah Duka Perang
Idul Adha di Gaza berubah jadi duka. Tak ada kurban, harga ternak melonjak dan warga Palestina rayakan hari raya di tengah perang.
Ringkasan Berita:
- Warga Jalur Gaza kembali merayakan Idul Adha tanpa tradisi kurban untuk tahun ketiga berturut-turut akibat perang dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
- Kelangkaan ternak dan penutupan perbatasan membuat harga hewan kurban melonjak dari sekitar 500 dolar AS menjadi 6.000–7.000 dolar AS.
- Perang menyebabkan peternakan hancur, pasokan ternak terputus, dan banyak keluarga kehilangan pekerjaan maupun rumah, sehingga Idul Adha di Gaza kini lebih dipenuhi duka, dan kenangan dibanding perayaan.
TRIBUNNEWS.COM - Suasana Idul Adha yang biasanya identik dengan kebahagiaan, kebersamaan keluarga, dan tradisi penyembelihan hewan kurban, kini berubah menjadi duka mendalam bagi warga Jalur Gaza.
Perang berkepanjangan sejak 2022 silam membuat banyak keluarga Palestina tidak lagi mampu menjalankan tradisi kurban yang selama ini menjadi bagian penting dari perayaan hari raya umat Islam tersebut.
Bagi Ahmed Nashwan, warga Gaza, Idul Adha tahun ini menjadi tahun ketiga berturut-turut tanpa tradisi membeli hewan kurban bersama keluarga.
Sebelum perang terjadi, ia biasa pergi ke pasar ternak bersama saudara dan anak-anaknya untuk memilih domba atau sapi yang akan disembelih saat hari raya.
Namun kini, suasana itu berubah total. Nashwan mengatakan Idul Adha di Gaza lebih banyak diisi doa dan kenangan karena warga kesulitan mendapatkan makanan, apalagi membeli hewan kurban.
“Dulu Idul Adha adalah momen paling membahagiakan bagi keluarga kami. Kami berkumpul, memilih hewan kurban, lalu membagikan daging kepada kerabat dan keluarga miskin,” ujar Ahmed, mengutip dari Xinhua.
Hewan Kurban Langka, Harga Melonjak Tajam
Meski gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah tercapai sejak Oktober 2025, pembatasan ketat di Jalur Gaza masih terus berlangsung. Kondisi itu membuat arus barang, termasuk hewan ternak, sangat terbatas.
Akibatnya, pasokan domba dan sapi untuk kebutuhan kurban menjadi sangat langka. Direktur Kamar Dagang Gaza, Maher al-Tabbaa, mengatakan harga seekor hewan kurban kini melonjak drastis dibandingkan sebelum perang.
Jika sebelumnya harga hewan kurban berkisar 500 dolar AS, kini harganya mencapai 6.000 hingga 7.000 dolar AS atau setara puluhan juta rupiah.
Baca juga: Idul Adha di Gaza Jadi Nestapa, Ternak Habis Harga Kurban Melonjak Gila-gilaan
Harga tersebut dinilai jauh di luar kemampuan mayoritas warga Gaza yang saat ini kehilangan pekerjaan, penghasilan, bahkan tempat tinggal akibat perang.
Mohammed al-Hissi, ayah empat anak asal Kota Gaza, mengaku keluarganya kini tidak lagi mampu merasakan kebahagiaan Idul Adha seperti sebelumnya.
“Anak-anak saya dulu selalu bangun pagi memakai pakaian baru dan ikut membagikan daging kurban ke kerabat. Sekarang semuanya berubah karena perang,” katanya.
Sementara itu di wilayah selatan Gaza, seorang pemuda bernama Mohammed Shallah mengenang tradisi Idul Adha bersama ayahnya yang tewas akibat serangan udara Israel di Khan Younis.
Shallah mengatakan keluarganya dulu selalu membeli hewan kurban bersama-sama sebelum hari raya tiba.
Namun kini ia tidak lagi mampu melanjutkan tradisi tersebut karena harga ternak terlalu mahal dan kondisi ekonomi keluarganya memburuk.