Kecelakaan Maut di Belgia: Kereta Hantam Minibus Sekolah Pembawa Anak-anak
Insiden ini menjadi perhatian luas karena melibatkan siswa sekolah dan terjadi di negara dengan sistem transportasi kereta yang dikenal modern
Ringkasan Berita:
- Empat orang, termasuk dua anak-anak, tewas setelah kereta menabrak bus sekolah di Buggenhout, Belgia.
- Bus membawa tujuh anak, seorang pendamping, dan sopir saat kecelakaan terjadi di perlintasan kereta.
- Otoritas Belgia menyebut benturan sangat keras karena kereta melaju sekitar 120 km/jam saat tabrakan terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi kecelakaan di perlintasan kereta kembali terjadi di Eropa.
Sebuah kereta menabrak bus sekolah kecil di kota Buggenhout, Belgia, Selasa (26/5), menewaskan empat orang termasuk dua anak-anak.
Insiden ini langsung menjadi perhatian luas di Belgia karena melibatkan siswa sekolah dan terjadi di negara dengan sistem transportasi kereta yang dikenal modern.
Baca juga: 5 Fakta Tabrakan Kereta Maut di Bangkok, Mirip Tragedi di Bekasi Timur?
Kecelakaan di perlintasan rel memang masih menjadi salah satu penyebab fatalitas transportasi di sejumlah negara Eropa, terutama ketika kendaraan mencoba melintas di jalur aktif.
Menurut pihak kepolisian Belgia, minibus sekolah tersebut membawa tujuh anak, seorang pendamping, dan sopir saat tabrakan terjadi.
Media lokal menyebut anak-anak di dalam kendaraan merupakan siswa dari sekolah khusus untuk anak dengan gangguan belajar.
Foto dan video dari lokasi memperlihatkan kondisi bus rusak parah dan terbalik di dekat rel kereta.
Tim penyelamat terlihat memasang tenda darurat untuk proses evakuasi dan pemeriksaan korban.
Juru bicara operator rel Belgia, Infrabel, Frederic Sacre, mengatakan benturan terjadi sangat keras karena kereta melaju sekitar 120 kilometer per jam saat kecelakaan berlangsung.
“Minibus sampai terlempar sekitar 15 meter ke tiang logam akibat benturan,” kata Sacre kepada AFP.
Ia juga menjelaskan bahwa palang pintu perlintasan dilaporkan sudah tertutup dan lampu merah menyala saat kecelakaan terjadi.
Hal itu kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan penyebab insiden.
Meski tabrakan sangat fatal bagi bus sekolah, pihak berwenang memastikan tidak ada penumpang kereta yang mengalami luka.
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Saya sangat terpukul dengan kecelakaan mengerikan ini. Pikiran saya bersama keluarga para korban,” ujarnya.
Wakil Perdana Menteri Belgia Maxime Prevot juga mengonfirmasi empat korban meninggal dunia melalui media sosial X.
“Tabrakan tragis antara kereta dan bus sekolah terjadi pagi ini di Buggenhout. Empat orang meninggal, termasuk dua anak-anak,” tulisnya.
Duka juga datang dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Menurutnya, tragedi tersebut bukan hanya menjadi duka Belgia, tetapi juga seluruh Eropa.
“Hati saya hancur mendengar tragedi ini. Hari ini, Eropa turut berduka bersama Belgia,” tulis von der Leyen.
Kecelakaan ini kembali memicu perhatian terhadap keselamatan di perlintasan kereta, terutama untuk kendaraan pengangkut anak-anak dan transportasi sekolah.
Meski banyak negara Eropa telah menggunakan sistem palang otomatis dan lampu peringatan modern, insiden fatal masih tetap terjadi dan sering berujung pada korban jiwa.
(oln/afp/wn/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Kecelakaan-11.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.