Iran Vs Amerika Memanas
Teheran Pasang Syarat Damai ke AS, Dana Rp190 Triliun Harus Cair dalam 60 Hari
Iran pasang syarat damai ke AS: dana Rp190 triliun harus cair dalam 60 hari. Di tengah negosiasi, ketegangan militer kedua negara masih memanas.
Situasi itu membuat kekhawatiran dunia internasional meningkat karena dikhawatirkan dapat memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Ketegangan semakin memburuk ketika Iran sempat menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Penutupan Selat Hormuz langsung menjadi perhatian global karena sebagian besar pengiriman minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur tersebut.
Jika penutupan berlangsung lama, kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi internasional sekaligus memicu lonjakan harga minyak dunia.
Namun, situasi mulai mereda setelah gencatan senjata diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut menjadi titik awal meredanya konflik terbuka antara Iran dan pihak lawan.
Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Donald Trump sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan membuka jalan bagi proses negosiasi yang kini sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
Trump Sebut Kesepakatan Hampir Rampung
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik sebenarnya sudah “sebagian besar dinegosiasikan” dan kini tinggal menunggu tahap finalisasi.
Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa kedua negara tengah membahas kesepakatan besar yang tidak hanya mencakup penghentian konflik militer, tetapi juga kemungkinan pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan akibat sanksi internasional.
Namun, di tengah optimisme tersebut, situasi di lapangan justru kembali memanas.
Pada Senin dini hari (25/5/2026), militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan baru di wilayah selatan Iran dengan menargetkan lokasi rudal Iran serta kapal-kapal yang diduga sedang berupaya menempatkan ranjau.
Komando Pusat AS menyebut operasi itu dilakukan sebagai bentuk “pembelaan diri” dan diklaim bertujuan melindungi pasukan Amerika dari ancaman yang dianggap berasal dari militer Iran.
Dalam pernyataannya, Komando Pusat menegaskan serangan dilakukan untuk “melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran”.
Juru bicara Komando Pusat AS Kapten Tim Hawkins mengatakan bahwa militer Amerika “terus mempertahankan pasukan kami dengan tetap menahan diri di tengah gencatan senjata yang tengah berlangsung”.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Washington masih berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka meski operasi militer kembali dilakukan.
Serangan terbaru tersebut terjadi di saat proses negosiasi antara kedua negara masih berlangsung.