5 Populer Internasional: IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper - Kasus Kejahatan WNI di Tokyo Naik
IRGC Iran menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS pada Selasa (26/5/2026). Militer Iran mengklaim drone itu menyusup secara ilegal
Ringkasan Berita:
- IRGC Iran menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS pada Selasa (26/5/2026). Militer Iran mengklaim drone itu menyusup secara ilegal ke wilayah udara Iran di kawasan Teluk.
- Kasus kejahatan WNI di Tokyo meningkat setelah pandemi. Jenis kejahatan yang paling banyak terjadi adalah pencurian dan penggelapan barang temuan.
- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan pengaruh AS di Timur Tengah semakin melemah.
TRIBUNNEWS.COM - Berbagai peristiwa dari penjuru dunia kembali menyita perhatian pada hari ini.
Mulai dari eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah, hingga situasi keamanan warga Indonesia di luar negeri yang menjadi sorotan.
Militer Iran kembali unjuk gigi dengan menembak jatuh drone canggih milik Amerika Serikat, MQ-9 Reaper, yang diklaim memasuki wilayah udaranya.
Sementara itu, laporan terbaru dari Jepang mengungkap tren mengkhawatirkan, di mana angka kasus kejahatan yang melibatkan Warga Negara Indonesia di Tokyo terus mengalami peningkatan.
Berikut rangkuman lima berita internasional yang paling banyak dibaca dan menjadi perbincangan pembaca Tribunnews.com.
1. AS Rungkad Lagi! IRGC Berhasil Tembak Jatuh Drone Canggih MQ-9 Reaper, Jet F-35 Hampir jadi Sasaran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan mereka telah menembak jatuh sebuah drone milik Amerika Serikat (AS).
Drone canggih tersebut adalah MQ-9 Reaper yang berhasil ditembak IRGC pada Selasa (26/5/2026).
Dalam laporannya, IRGC menyebut drone itu berhasil ditembak setelah terdeteksi menyusup secara ilegal ke dalam ruang udara Iran di wilayah Teluk.
Tidak hanya menjatuhkan drone, dalam pernyataan resminya, militer Teheran juga mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke arah jet tempur siluman F-35.
Respons agresif tersebut dilaporkan berhasil memaksa jet tempur itu segera memutar arah dan meninggalkan wilayah udara Iran.
Meskipun militer Iran tidak menyebutkan secara eksplisit asal negara dari pesawat-pesawat tersebut, indikasi kuat mengarah kepada militer AS yang selama ini mengoperasikan jenis alutsista tersebut di kawasan Timur Tengah.
Mengutip The Jerusalem Post, IRGC menegaskan mereka memegang hak penuh yang "sah dan mutlak" untuk melakukan tindakan balasan yang diperlukan guna mempertahankan kedaulatan wilayahnya.
Teheran juga memperingatkan setiap bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung — terutama oleh AS — akan direspons dengan tindakan tegas.
Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya situasi keamanan regional, di mana pembicaraan diplomatik dan proses gencatan senjata antara AS dan Iran dilaporkan masih dalam kondisi yang sangat sensitif.