Sabtu, 30 Mei 2026

Wabah Ebola

Tak Dirawat Dalam Negeri, AS 'Ekspor' Warganya yang Terkena Ebola ke Eropa

Pemerintahan AS menolak merawat warga negaranya yang terinfeksi Ebola di dalam negeri, dan lebih memilih untuk mengevakuasi mereka ke Eropa

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
CDC
WABAH EBOLA - Foto yang dirilis oleh CDC, menampilkan seorang petugas kesehatan memeriksa seorang pasien penyakit Ebola di Uganda, tahun 2000. Pemerintahan AS menolak merawat warga negaranya yang terinfeksi Ebola di dalam negeri, dan lebih memilih untuk mengevakuasi mereka ke Eropa 

"Jauh lebih baik untuk dapat membawa mereka ke fasilitas yang memakan waktu transportasi lebih singkat, daripada menerbangkan mereka kembali ke Amerika Serikat," kata pejabat tersebut menjelaskan.

Sikap tegas pemerintah ini juga ditekankan dalam rapat Kabinet pada hari Rabu (27/5/2026).

 "Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan kasus Ebola apa pun masuk ke Amerika Serikat." ungkap Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, CDC kini memblokir warga negara asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir untuk masuk ke wilayah AS.

Terkait fasilitas karantina di Kenya, pemerintah AS mengklaim telah mendapatkan "persetujuan awal" dan terus menjalin komunikasi dengan Presiden Kenya untuk kelancaran operasional.

Latar Belakang Viralnya Wabah Ebola

Baca juga: WHO Wanti-wanti Wabah Ebola Makin Memburuk, Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Kongo Makin Intens

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah di Kongo ini disebabkan oleh Bundibugyo.

Bundibugyo adalah sebuah strain Ebola langka yang menyebar sangat cepat dengan catatan 1.077 kasus dan 246 kematian. 

Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun pengobatan khusus untuk strain tersebut.

Pekan lalu, tujuh warga negara AS yang terpapar Ebola di Kongo telah diterbangkan ke Eropa.

Satu-satunya warga AS yang sejauh ini dinyatakan positif merupakan seorang dokter bedah yang bertugas di rumah sakit Kongo.

Sososknya kini tengah dirawat di Jerman.

Istri beserta empat anaknya juga menjalani karantina di negara tersebut, sementara satu dokter AS lainnya dikarantina di Republik Ceko.

Hingga berita ini diturunkan, para pejabat senior menyatakan belum ada laporan mengenai warga AS lain yang terpapar virus dan membutuhkan evakuasi ke fasilitas di Kenya.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved