Senin, 1 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Strategi Baru Mossad Israel Terhadap Iran Terungkap: Dari Operasi Rahasia ke Perang Digital

Badan intelijen Israel, Mossad disebut membangun “Pasukan Digital” untuk menekan rezim Iran dari dalam Iran sendiri

Tayang:
via Daily Sabah
Ilustrasi Mossad Israel 
Ringkasan Berita:
  • Mossad dilaporkan mengubah strategi terhadap Iran dari operasi pembunuhan menjadi perang pengaruh dan psikologis.
  • Israel disebut menggunakan media, akun palsu, serta operasi digital untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah Iran.
  • Meski strategi baru dianggap lebih murah dan berjangka panjang, laporan mengakui rezim Iran masih tetap bertahan.
 

TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan mulai mengubah pendekatan dalam menghadapi Iran.

Jika sebelumnya operasi mereka identik dengan pembunuhan ilmuwan nuklir, sabotase fasilitas, atau operasi militer rahasia, kini fokusnya disebut bergeser ke “perang pengaruh” yang menargetkan kondisi sosial dan psikologis di dalam negeri Iran.

Laporan surat kabar Israel, Yisrael Hayom menyebut perubahan ini merupakan bagian dari reformasi internal Mossad yang dipimpin direktur badan tersebut, David Barnea.

Baca juga: Turki Tangkap Dua Agen Mossad Israel di Istanbul

Dalam beberapa tahun terakhir, Mossad bahkan disebut membentuk unit khusus bernama “Departemen Operasi Pengaruh”.

Unit ini tidak lagi berfokus utama pada penghancuran infrastruktur militer Iran, melainkan mencoba memengaruhi opini publik, memperbesar tekanan sosial, dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di Teheran.

Salah satu contoh yang disebut dalam laporan adalah bocornya foto seorang pejabat senior Iran dalam situasi yang dianggap memalukan.

Kebocoran tersebut kemudian memicu kampanye media dan tekanan publik hingga pejabat itu akhirnya kehilangan jabatannya.

Pendekatan seperti ini digambarkan sebagai cara “menyingkirkan lawan tanpa eliminasi fisik”.

Menurut laporan tersebut, Mossad kini semakin aktif memanfaatkan media sosial, sumber terbuka, akun palsu, dan penyebaran konten digital untuk memengaruhi masyarakat Iran.

Operasi ini bertujuan menciptakan kesan bahwa pemerintah Iran rapuh dan kehilangan kendali di tengah tekanan ekonomi serta sosial yang terus meningkat.

Operasi Lebih Murah

Seorang mantan pejabat Mossad yang dikutip dengan nama samaran “A” mengatakan strategi seperti ini dianggap lebih murah dibanding operasi pembunuhan atau sabotase langsung.

Namun, dampaknya dinilai bisa lebih besar dalam jangka panjang karena menyerang “ketahanan psikologis” pemerintah Iran.

Laporan itu juga menyebut Mossad tidak hanya mengumpulkan informasi intelijen, tetapi turut memantau suasana hati masyarakat Iran.

Protes ekonomi, ketidakpuasan sosial, hingga keresahan publik disebut dipelajari untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari tekanan internal terhadap rezim.

Dalam beberapa tahun terakhir, badan intelijen Israel itu bahkan dikabarkan mengembangkan perangkat digital canggih, termasuk “pasukan digital” dan jaringan akun palsu.

Mereka juga disebut bekerja sama dengan media oposisi Iran di luar negeri untuk menyebarkan pesan-pesan yang dapat memperburuk citra pemerintah Teheran.

Meski demikian, laporan tersebut mengakui bahwa strategi ini belum menghasilkan perubahan besar yang diharapkan sebagian kalangan di Israel.

Pemerintah Iran masih bertahan, sementara prediksi tentang “kejatuhan cepat” rezim belum menjadi kenyataan.

Hal ini memunculkan perdebatan internal di Israel mengenai seberapa efektif perang pengaruh tersebut dalam jangka pendek.

Sebagian pihak menilai strategi ini membutuhkan waktu lama karena tujuannya bukan kemenangan militer langsung, melainkan perubahan politik bertahap dari dalam masyarakat Iran sendiri.

Laporan itu menyimpulkan bahwa persaingan Israel dan Iran kini telah berkembang menjadi konflik multidimensi.

Pertarungan tidak lagi hanya terjadi di medan militer atau operasi rahasia, tetapi juga di ruang digital, media, psikologi publik, dan pengaruh sosial yang berlangsung secara senyap namun berkepanjangan.

Keuntungan Jalankan Skenario Perang Pengaruh

Perubahan strategi Mossad menunjukkan bahwa konflik modern semakin bergeser ke ranah non-militer. 

Di era digital, pengaruh opini publik dan stabilitas sosial dianggap sama pentingnya dengan kekuatan senjata.

Bagi Israel, pendekatan ini kemungkinan dipilih karena operasi militer langsung terhadap Iran berisiko memicu perang regional yang lebih luas.

Dengan perang pengaruh, tekanan terhadap Teheran dapat dilakukan secara lebih tersembunyi, murah, dan berkelanjutan.

Sementara bagi Iran, tantangannya bukan hanya menghadapi ancaman eksternal secara militer, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik di tengah tekanan ekonomi, sanksi internasional, dan perang informasi yang semakin intens.

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved