Selebrasi Lokal
FIFA Dituding Mainkan Harga Tiket Piala Dunia 2026, Jaksa AS Langsung Buka Investigasi
Harga tiket Piala Dunia 2026 bikin geger! FIFA dituding ubah kursi dan mainkan harga, jaksa AS kini resmi buka investigasi besar.
Sementara itu, tiket resmi final Final Piala Dunia FIFA 2026 dilaporkan mencapai 10.990 dolar AS atau sekitar Rp 196 juta.
Situasi menjadi semakin kontroversial ketika tiket di pasar penjualan kembali melonjak jauh lebih tinggi. Bahkan, beberapa tiket final disebut ditawarkan hingga 2 juta dolar AS setara Rp 35 miliar di platform resale.
Alasan ini yang mendorong Jaksa Agung New York Letitia James bersama Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport melayangkan surat panggilan pengadilan kepada FIFA.
Menurut kedua jaksa tersebut, para penggemar diduga telah disesatkan mengenai lokasi tempat duduk yang mereka beli.
Mereka juga menilai pernyataan publik FIFA dan mekanisme distribusi tiket kemungkinan berkontribusi terhadap melonjaknya harga tiket secara ekstrem.
Lonjakan harga tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap tidak memberikan akses yang adil bagi para penggemar sepak bola biasa.
FIFA Bungkam
Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan rinci terkait penyelidikan yang dilakukan sejumlah jaksa di Amerika Serikat mengenai dugaan masalah dalam sistem penjualan tiket Piala Dunia FIFA 2026.
Meski belum memberikan komentar resmi atas investigasi tersebut, FIFA sebelumnya menyatakan bahwa mekanisme penetapan harga tiket dilakukan berdasarkan tingkat permintaan pasar pada setiap pertandingan.
Organisasi sepak bola dunia itu juga menegaskan bahwa harga tiket dibedakan dalam beberapa kategori sesuai lokasi tempat duduk dan tingginya minat penonton terhadap laga tertentu.
Namun penjelasan tersebut belum meredakan kritik dari publik maupun pejabat pemerintah di Amerika Serikat.
Tekanan terhadap FIFA justru terus meningkat setelah sejumlah pejabat negara bagian mulai ikut menyelidiki proses distribusi tiket yang dinilai tidak transparan.
Sebelumnya, Jaksa Agung California Rob Bonta juga telah meminta informasi kepada FIFA untuk menilai kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam proses penjualan tiket.
Langkah itu memperluas sorotan terhadap sistem distribusi tiket yang kini menjadi perhatian nasional di AS.
Kontroversi ini muncul di tengah tingginya antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 yang akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama dalam ajang tersebut, dengan pertandingan berlangsung di berbagai kota besar di Amerika Utara.