UNICEF: Rata-rata 11 Anak Jadi Korban Konflik di Lebanon Setiap Hari
UNICEF ungkap rata-rata 11 anak tewas atau terluka setiap hari di Lebanon selama sepekan terakhir di tengah meningkatnya serangan Israel.
Ringkasan Berita:
- UNICEF mencatat 77 anak menjadi korban dalam tujuh hari terakhir di Lebanon, terdiri dari 15 tewas dan 62 terluka.
- Sebagian besar korban anak dilaporkan terdampak serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan.
- UNICEF mendesak semua pihak mematuhi gencatan senjata dan hukum humaniter internasional untuk melindungi anak-anak serta warga sipil.
TRIBUNNEWS.COM - United Nations Children's Fund (UNICEF) menyebut rata-rata 11 anak tewas atau terluka setiap hari di Lebanon selama sepekan terakhir seiring meluasnya serangan Israel di berbagai wilayah negara tersebut.
Juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, mengatakan data yang mengacu pada Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon menunjukkan sebanyak 77 anak menjadi korban dalam tujuh hari terakhir.
Dari jumlah itu, 15 anak dilaporkan tewas dan 62 lainnya mengalami luka-luka.
“UNICEF menggambarkan jumlah ini sebagai mengejutkan,” kata Pires kepada wartawan di Jenewa, mengutip Anadolu Agency, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, sebagian besar korban anak-anak berasal dari serangan udara yang terjadi di wilayah Lebanon selatan.
Pires menambahkan, hanya pada Kamis saja tercatat tujuh anak tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi.
Baca juga: Serangan Udara Israel Hantam Lebanon hingga Beirut, 28 Orang Tewas di Tengah Krisis Pengungsian
UNICEF juga menyoroti bahwa korban anak-anak terus berjatuhan meski gencatan senjata diumumkan pada pertengahan April.
Sejak saat itu, tercatat 55 anak tewas dan 212 lainnya terluka.
Organisasi tersebut kembali mendesak semua pihak untuk menghormati gencatan senjata serta mematuhi hukum humaniter internasional.
“Di bawah hukum humaniter internasional, anak-anak dan infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat,” ujar Pires.
Selain itu, UNICEF meminta agar organisasi kemanusiaan diberikan akses yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke seluruh wilayah terdampak.
Khususnya di Lebanon selatan, guna menyalurkan bantuan penyelamat jiwa bagi warga sipil.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/arga-Lebanon-kembali-ke-rumah-mereka-setelah-gencatan-senjata.jpg)