Senin, 1 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ancam Kapal Militer yang Ikut Campur di Selat Hormuz akan Jadi Sasaran: Dikendalikan Otoritas

Iran memperingatkan kapal-kapal militer asing agar tidak ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nuryanti
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SELAT HORMUZ - Tangkap layar Khaberni, Senin (4/5/2025) menunjukkan kapal perang Amerika Serikat (AS), di perairan sekitar Selat Hormuz. Iran memperingatkan kapal-kapal militer asing agar tidak ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Dikatakan semua kapal komersial dan kapal tanker minyak diperlukan untuk transit melalui rute yang ditentukan dan mendapatkan otorisasi dari Angkatan Laut IRGC.
  • Iran juga memperingatkan kapal-kapal militer asing agar tidak ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz Iran atau mengganggu navigasi di jalur air.
  • Pengelolaan jalur air strategis sedang dikendalikan “dengan otoritas penuh” oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mencoba ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu lalu lintas maritim akan menjadi sasaran angkatan bersenjata negara itu, Sabtu (30/5/2026).

Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, adalah salah satu chokepoint maritim paling penting di dunia, membawa bagian signifikan dari minyak global dan pengiriman gas alam cair.

Menurut penyiar negara Iran IRIB, pernyataan itu dikeluarkan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, komando komando militer gabungan tertinggi di negara itu, operasi koordinasi antara angkatan bersenjata, dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Markas itu mengatakan pengelolaan jalur air strategis sedang dikendalikan “dengan otoritas penuh” oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran.

Dikatakan semua kapal komersial dan kapal tanker minyak diperlukan untuk transit melalui rute yang ditentukan dan mendapatkan otorisasi dari Angkatan Laut IRGC.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa setiap pelanggaran peraturan dapat menempatkan keamanan kapal pada risiko serius.

Iran juga memperingatkan kapal-kapal militer asing agar tidak ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz Iran atau mengganggu navigasi di jalur air.

“Setiap upaya oleh kapal militer untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu navigasi akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” kata pernyataan itu, Sabtu, dilansir Anadolu Agency.

AS Tolak Iran Disebut Kendalikan Selat Hormuz

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, menolak pernyataan Iran bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz.

"Mereka ingin mengatakan bahwa mereka mengendalikan selat, tetapi kami melakukannya," ujarnya.

Baca juga: Iran-AS Dikabarkan Raih Kesepakatan Tentatif, Putusan Akhir di Tangan Trump

Hegseth menambahkan, perkembangan di balik layar dan jalannya negosiasi menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap mengendalikan jalur air strategis.

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari 2026.

Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersama dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu.

Setelah negosiasi terhenti yang dimediasi oleh Islamabad, AS telah memberlakukan blokade di pelabuhan Iran sejak 13 April, termasuk yang terletak di sepanjang Selat Hormuz yang strategis.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved