Iran Vs Amerika Memanas
PBB Gelar Sidang Darurat setelah Israel Perluas Serangan ke Lebanon
Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat setelah Israel memperluas serangan ke Lebanon. Israel membenarkan serangannya atas ancaman keamanan.
Menurut Bonnafont, penguasaan Kastel Beaufort memiliki makna simbolis yang mengingatkan pada masa pendudukan Israel di Lebanon Selatan sebelum tahun 2000.
"Israel seperti sedang kembali ke periode yang diyakini banyak pihak telah berakhir. Sejarah menunjukkan bahwa penyebab yang sama sering kali menghasilkan akibat yang sama pula," ujarnya.
PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri
Di tengah perbedaan pandangan yang tajam antarnegara anggota Dewan Keamanan, hampir seluruh delegasi sepakat bahwa eskalasi konflik harus segera dihentikan.
Mereka menyerukan perlindungan warga sipil, penghormatan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL, serta memberikan ruang bagi diplomasi untuk mencegah pecahnya perang yang lebih besar di Lebanon.
PBB memperingatkan bahwa apabila situasi terus memburuk, konflik dapat meluas ke seluruh kawasan dan menggagalkan berbagai upaya perdamaian yang saat ini masih berlangsung, termasuk pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Trump: Israel-Hizbullah Setujui Gencatan Senjata
Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa Israel dan Hizbullah telah menyetujui gencatan senjata.
Ia menulis di TruthSocial bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji selama percakapan telepon yang "sangat produktif" untuk tidak mengirim pasukan ke Beirut, sementara Israel mengancam akan menyerang pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
"Tidak ada pasukan yang akan pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah berbalik," kata Trump.
Presiden AS juga mengumumkan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan Hizbullah melalui perantara, menambahkan bahwa kelompok yang didukung Iran itu telah setuju untuk "menghentikan semua permusuhan."
"Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," ujarnya.
Hal ini terjadi setelah Netanyahu pada hari Senin memerintahkan serangan terhadap pinggiran selatan Beirut, benteng Hizbullah, yang diperkirakan berupa serangan udara, karena Israel telah melancarkan beberapa serangan udara sejak gencatan senjata mulai berlaku pada pertengahan April.
Di lapangan, pasukan Israel telah merebut wilayah luas di Lebanon selatan yang membentang dari perbatasan hingga Sungai Litani, dan terus maju melampauinya menuju Sungai Zahrani, sekitar 10 kilometer ke utara, dalam invasi terdalam mereka ke Lebanon dalam 25 tahun terakhir, menurut Reuters.
Sejak dimulainya pembicaraan antara pihak Iran dan Amerika pada awal April yang ditengahi Pakistan untuk mencapai kesepakatan menghentikan perang, Teheran telah memasukkan Lebanon dalam daftar negosiasi.
Iran menuntut AS dan Israel agar gencatan senjata mencakup semua front, termasuk front Lebanon, tempat Hizbullah bertempur di selatan, yang menghadapi serangan intensif Israel karena dukungannya untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza yang menghadapi serangan mematikan Israel.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SIDANG-DARURAT-PBB-3453453454.jpg)