Kamis, 4 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pertama Kalinya! Resolusi Batasi Perang Iran Resmi Diteken DPR AS, Trump Dianggap Langgar Hukum

DPR Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan telah meresmikan resolusi pembatasan kekuasaan perang terhadap Iran.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
YouTube Fox News
RESOLUSI PEMBATASAN PERANG - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) saat mengumumkan pemberlakukan resolusi pembatasan kekuasaan perang atau War Powers Resolution pada Rabu (3/6/2026). Karena perang Iran sudah melewati batas waktu 90 hari, parlemen menilai Donald Trump telah melakukan pelanggaran hukum serius secara konstitusional. 

"Perlu diingat, Iran telah menyatakan perang terhadap kita sejak 47 tahun silam."

"Mereka terus mendengungkan slogan 'Death to America'. Apa yang diperjuangkan oleh Presiden saat ini adalah upaya konkret menjaga keamanan rakyat kita," ucap Johnson.

Secara hukum tata negara di AS, resolusi bersama ini mengacu pada War Powers Act 1973.

Aturan tersebut membatasi wewenang militer penuh seorang presiden maksimal selama 60 hari tanpa persetujuan Kongres, ditambah kompensasi perpanjangan darurat 30 hari.

Mengingat invasi militer AS ke Iran telah melewati batas waktu 90 hari, parlemen menilai Trump telah melakukan pelanggaran hukum serius secara konstitusional.

Marco Rubio Sempat Dicecar Senat

MARCO RUBIO - Gambar diambil dari Facebook Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (9/7//2025) memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam unggahan pada 18 Maret 2025.
MARCO RUBIO - Gambar diambil dari Facebook Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (9/7//2025) memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam unggahan pada 18 Maret 2025. (Facebook Departemen Luar Negeri AS)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio sempat dicecar senat perihal perang Iran yang tak kunjung usai.

Dengan situasi Ruang Sidang Kongres AS yang tegang, Rubio menghadapi ujian berat dalam kesaksian publik pertamanya sejak konflik bersenjata melawan Iran meletus.

Mantan Senator Florida itu dicecar habis-habisan oleh para anggota dewan mengenai transparansi, strategi akhir perang, serta dampak ekonomi domestik yang kian mencekik warga Amerika.

Dalam sidang tersebut, Rubio menegaskan posisi keras Washington dengan menyebut tidak ada barter pelonggaran sanksi ekonomi hanya demi pembukaan kembali Selat Hormuz yang diblokade.

Baca juga: Selamat Dua Kali, Kisah Pilot F-15 AS Ditembak Jatuh Dua Kali dalam 33 Hari Perang Iran-Amerika

"Iran disanksi karena aktivitas nuklir mereka dan pengayaan uranium tingkat tinggi."

"Jika mereka ingin sanksi dicabut, syaratnya cuma satu: hentikan total program nuklir tersebut."

"Pelonggaran sanksi berbasis kepatuhan, bukan sekadar kompromi jalur laut," tegas Rubio di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, dikutip dari Reuters.

Perang yang diinisiasi oleh serangan mendadak AS dan Israel pada 28 Februari lalu kini resmi memasuki bulan keempat.

Alih-alih mendapatkan peta jalan damai yang jelas, para anggota dewan justru disuguhkan klaim sepihak.

Ketegangan memuncak ketika Rubio melontarkan pernyataan kontroversial, "Perang sudah selesai," dalam adu argumen dengan Senator Demokrat, Cory Booker.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved