Iran Vs Amerika Memanas
Putin Sebut Perang Iran Alihkan Perhatian AS dari Ukraina, Tegaskan Rusia Siap Bantu Teheran
Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.
Presiden Rusia juga mengatakan bahwa krisis yang sedang berlangsung telah menutupi, tetapi tidak menyelesaikan, masalah Palestina.
"Dengan latar belakang peristiwa di sekitar Iran dan Selat Hormuz, tragedi Palestina seolah terlupakan, tetapi sebenarnya tidak hilang begitu saja," katanya.
Uranium Jadi Isu Utama Pembicaraan AS-Iran
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan nasib cadangan uranium yang sangat diperkaya milik Iran menjadi pusat pembicaraan antara Washington dengan Teheran.
Namun, hingga kini, Iran belum menyetujui kesepakatan damai dengan AS.
Sebab, AS bersikeras bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir.
Iran juga harus setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz agar perjanjian perdamaian dapat terlaksana.
“Saya rasa sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dijelaskan dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini,” kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR, Rabu (3/6/2026), dilansir Al Arabiya.
Baca juga: Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Begini Respons Teheran
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan berdasarkan kesepakatan yang sedang dibahas dengan Iran, "kita akan mendapatkan" persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran.
Namun, Trump menambahkan bahwa ia ingin memisahkan perang Lebanon dari pembicaraan kesepakatan nuklir.
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dapat membuahkan hasil pada akhir pekan mendatang dan berjalan "dengan sangat baik."
“Saya dengar negosiasi itu sendiri berjalan sangat baik,” kata Trump kepada wartawan, seraya menambahkan tentang potensi kesepakatan: “Itu bisa terjadi, selama akhir pekan.”
Mengenai perang Lebanon, Trump mengatakan dia ingin memisahkan pembicaraan tentang perang antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Teheran bersikeras bahwa konflik-konflik tersebut saling terkait.
“Saya ingin memisahkannya, saya ingin memiliki hal yang terpisah, karena memang itu terpisah,” kata Presiden AS.
Trump Tak Beri Jangka Waktu Akhiri Perang Iran
Trump tetap tidak memberikan kepastian mengenai jangka waktu penyelesaian konflik Iran, dengan mengatakan bahwa Selat Hormuz mungkin akan tetap diblokir hingga libur Hari Buruh pada 7 September 2026.
Trump bersikeras agar Iran menghentikan segala upaya yang dapat mengarah pada senjata nuklir dan agar selat tersebut dibuka kembali untuk pengiriman minyak dan gas alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-menjawabsdsdd.jpg)