Putin Tawarkan India Akses Penuh Teknologi Pesawat Tempur Siluman Su-57
Vladimir Putin kembali menawarkan kerja sama pengembangan dan produksi bersama jet tempur siluman Su-57 kepada India
Ringkasan Berita:
- Vladimir Putin kembali menawarkan kerja sama pengembangan dan produksi bersama jet tempur siluman Su-57 kepada India dengan janji transfer teknologi penuh.
- Tawaran tersebut muncul ketika India mencari solusi jangka menengah untuk menghadapi meningkatnya kekuatan udara China dan Pakistan
- Rusia berharap Su-57 dapat menjadi alternatif bagi India dibanding F-35 Amerika Serikat, terutama karena mencakup produksi lokal dan akses teknologi yang lebih luas.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengajukan tawaran pengembangan dan produksi bersama jet tempur siluman Sukhoi Su-57.
Mengutip Firstpost, saat berbicara kepada media internasional di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Kamis (4/6/2026), Putin memuji Su-57 sebagai salah satu pesawat tempur terbaik di dunia.
Ia mengatakan Rusia siap berbagi teknologi militer andalannya tanpa batasan.
Tawaran terbaru ini datang pada saat yang penting bagi Angkatan Udara India (IAF), yang hingga kini belum memiliki jet tempur siluman generasi kelima dalam jumlah operasional, sementara negara-negara tetangganya terus meningkatkan kemampuan udara mereka.
Indonesia juga tengah memperbarui armada tempurnya dengan memesan 42 unit jet tempur multirole Dassault Rafale.
Pada Januari 2026, Indonesia menerima tiga unit pertama yang ditempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Riau, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pesanan terpenuhi.
Rusia Pernah Menawarkan Su-57 kepada India pada 2018
Dalam pidatonya di hadapan perwakilan kantor berita internasional, Putin mengingatkan bahwa Rusia sebelumnya telah mengundang India untuk bersama-sama mengembangkan platform tersebut melalui program Pesawat Tempur Generasi Kelima (FGFA).
Namun India memutuskan keluar dari proyek tersebut pada 2018.
"Sebelumnya kami telah mengusulkan agar India bergabung dengan kami dalam mengembangkan teknologi ini," kata Putin.
"Pada saat itu, mitra India kami lebih memilih agar Rusia melanjutkan proyek ini secara mandiri dan mengindikasikan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk bergabung pada tahap berikutnya."
Putin juga menyindir negara-negara Barat yang selama ini dikenal membatasi akses terhadap kode sumber perangkat lunak sensitif dan transfer teknologi.
Ia memuji kebijakan luar negeri India yang dinilainya tetap independen di tengah tekanan dari Amerika Serikat.
Perbedaan Tawaran Terbaru dengan Tawaran Sebelumnya
India mundur dari program FGFA senilai miliaran dolar AS pada 2018 meski telah menginvestasikan hampir 300 juta dolar AS dalam tahap desain awal.
IAF menyampaikan sejumlah kekhawatiran terkait karakteristik siluman Su-57, keterlambatan pengembangan mesin generasi berikutnya, serta terbatasnya akses terhadap teknologi.
Baca juga: Trump Murka! Ancam Jatuhkan Sanksi ke Negara Pembeli Jet Tempur Rusia Su-57
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ET-TEMPUR-RUSIA-Potret-pesawat-tempur-Su-57-Felon-Seperti-p.jpg)