Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Jawab Surat Zelenskyy, Sebut Isinya Kasar dan Picu Kontroversi
Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab surat terbuka Presiden Ukraina Zelenskyy yang mengusulkan pertemuan langsung dan gencatan senjata.
Ia menyatakan bahwa sejak 1 April Rusia telah menguasai sepenuhnya wilayah Republik Rakyat Lugansk.
Selain itu, ia menyebut kurang dari 15 persen wilayah Republik Rakyat Donetsk masih berada di bawah kendali Ukraina.
"Kami bergerak dengan tenang namun penuh percaya diri menuju penyelesaian tugas-tugas ini," kata Putin.
Ia menegaskan bahwa Rusia akan terus melanjutkan operasinya hingga seluruh target yang telah ditetapkan berhasil dicapai.
Presiden Rusia itu juga kembali menegaskan tujuan negaranya dalam konflik tersebut.
Menurut Putin, selain operasi militer, Rusia akan terus mengejar agenda yang disebutnya sebagai denazifikasi Ukraina.
Ia menambahkan bahwa perang pada akhirnya akan berakhir, tetapi hanya setelah tujuan Rusia tercapai.
"Kami berasumsi bahwa permusuhan akan berakhir. Dan tentu saja, permusuhan akan berakhir setelah kami mencapai tujuan yang telah kami nyatakan," tegasnya.
Dalam bidang keamanan, Putin menuduh Ukraina melakukan tindakan berbahaya dengan menyerang area di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.
Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mengancam Rusia, tetapi juga negara-negara Eropa yang mendukung Kiev.
"Warga Eropa yang mendukung tindakan rezim Kiev saat ini harus mempertimbangkan dengan cermat keamanan mereka sendiri," ujar Putin, menegaskan Rusia akan terus memperkuat sistem pertahanan udaranya.
"Kita harus memperkuat keamanan kita, memperkuat sistem pertahanan rudal kita, memperkuat pertahanan udara kita, dan kita akan melakukannya," lanjutnya.
Putin juga mengklaim Ukraina masih bergantung pada bantuan senjata dari negara-negara Barat. Menurutnya, sebagian besar drone yang digunakan Ukraina berasal dari luar negeri dan hanya dirakit di dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa Rusia memiliki sejumlah sistem persenjataan yang tidak dimiliki Ukraina maupun banyak negara lain, termasuk rudal jarak menengah Oreshnik.
Menutup pernyataannya, Putin menyampaikan pesan khusus kepada pasukan Rusia yang masih bertugas di garis depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUTlN-34534534.jpg)