Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Semakin Agresif, Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-Mata Israel ke Tingkat Tertinggi

Ada kekhawatiran tentang spionase Israel yang semakin agresif yang menargetkan pejabat Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Febri Prasetyo
Dok White House
LANGKAH PENTAGON - Presiden AS Donald Trump berpartisipasi dalam konferensi pers bilateral dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin, 29 Desember 2025, di Klub Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida. Ada kekhawatiran tentang spionase Israel yang semakin agresif yang menargetkan pejabat Amerika Serikat (AS). 

Ringkasan Berita:
  • Ada kekhawatiran tentang spionase Israel yang semakin agresif yang menargetkan pejabat Amerika Serikat (AS).
  • Israel dikhawatirkan secara khusus berupaya memantau pejabat senior AS.
  • Israel diduga ingin mendapatkan wawasan tentang pertimbangan internal pemerintahan Trump mengenai konflik di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Pentagon telah menaikkan penilaian ancaman kontra-intelijennya terhadap Israel ke tingkat tertinggi.

Keputusan Pentagon ini karena kekhawatiran tentang spionase Israel yang semakin agresif yang menargetkan pejabat Amerika Serikat (AS), demikian dilaporkan NBC News pada Jumat (5/6/2026).

Badan Intelijen Pertahanan (DIA) mengeluarkan penilaian baru dalam beberapa pekan terakhir, menaikkan status ancaman Israel menjadi "kritis," menurut dua pejabat AS saat ini dan satu mantan pejabat AS yang dikutip oleh jaringan tersebut.

Langkah tersebut berawal dari kekhawatiran bahwa Israel secara khusus berupaya memantau pejabat senior AS untuk mendapatkan wawasan tentang pertimbangan internal pemerintahan Trump mengenai konflik di Timur Tengah.

Mengutip pejabat saat ini, laporan tersebut mencatat bahwa penilaian DIA mencakup dokumen setebal tujuh halaman yang mengidentifikasi insiden spesifik yang meningkatkan kekhawatiran AS.

Peningkatan kewaspadaan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berselisih mengenai perang dengan Iran dan operasi militer Israel di Lebanon, termasuk percakapan telepon yang tegang pekan lalu.

Israel sangat tertarik untuk mengetahui apakah Trump memutuskan untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran atau mengejar penyelesaian perang melalui negosiasi.

Kedutaan Besar Israel di Washington membantah laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa "sama sekali tidak benar" bahwa Israel melakukan pengumpulan intelijen terhadap pejabat pemerintah AS.

Sementara itu, Pentagon menolak berkomentar.

Kemudian, seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan berita itu sebagai berita palsu.

Baca juga: Hizbullah Tolak Gencatan Senjata antara Lebanon dan Israel

Emily Harding, wakil presiden Departemen Pertahanan dan Keamanan di Pusat Studi Strategis dan Internasional, menggambarkan Israel sebagai negara yang memiliki "dinas intelijen yang sangat agresif."

"Mereka sangat tertarik dengan apa yang sedang kami lakukan," katanya, seperti diberitakan Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026).

Isu Perseteruan AS-Israel

Percakapan telepon yang penuh amarah dari Presiden AS Donald Trump ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bocor ke publik.

Laporan yang bersumber secara anonim menyebar dengan cepat di media internasional.

Axios melaporkan pada Senin (1/6/2026) bahwa Trump menyebut Netanyahu "sangat gila" dan mencaci maki dia atas peningkatan ketegangan Israel di Lebanon.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved