Kamis, 11 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran akibat Perang AS-Israel di Iran

Citra satelit mengungkap jejak kehancuran perang AS-Israel di Iran, Lebanon, hingga pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Citra satelit dari Airbus, Planet Labs, Sentinel, dan Vantor memperlihatkan skala kerusakan luas akibat perang AS-Israel terhadap Iran.
  • Rekaman dari luar angkasa menunjukkan fasilitas nuklir Iran, pelabuhan strategis, hingga pangkalan militer Amerika di Teluk mengalami kerusakan signifikan.
  • Dokumentasi ini menjadi salah satu gambaran paling lengkap sebelum pembatasan publikasi citra konflik diberlakukan atas permintaan Washington

 

TRIBUNNEWS.COM - Selama lebih dari 100 hari perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berlangsung, sebagian besar dampak kehancuran konflik hanya terlihat melalui laporan lapangan, rekaman video, atau pernyataan militer.

Namun citra satelit yang dikumpulkan Al Jazeera kini memperlihatkan gambaran berbeda.

Dari fasilitas nuklir Iran hingga pangkalan militer AS di kawasan Teluk, jejak perang tampak jelas dari luar angkasa.

Sejumlah perusahaan citra satelit, termasuk Planet Labs yang berbasis di California, telah memberlakukan pembatasan publikasi gambar konflik tanpa batas waktu atas permintaan Washington.

Meski demikian, sebelum pembatasan diberlakukan, satelit milik Airbus, Planet Labs, Sentinel, dan Vantor sempat merekam berbagai lokasi yang terdampak perang.

Melalui analisis Al Jazeera’s Open Source Unit, sedikitnya 15 lokasi di Iran, Lebanon, dan kawasan Teluk terdokumentasi mengalami kerusakan akibat konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

lihat fotoGUNUNG PICKAXE - Citra satelit dari Vantor menunjukkan gambaran umum kompleks terowongan Pickaxe Mountain dari bulan Maret 2026. Lokasi di Gunung Pickaxe, Iran ini berada di bagian selatan fasilitas nuklir Natanz, negara tersebut.
GUNUNG PICKAXE - Citra satelit dari Vantor menunjukkan gambaran umum kompleks terowongan Pickaxe Mountain dari bulan Maret 2026. Lokasi di Gunung Pickaxe, Iran ini berada di bagian selatan fasilitas nuklir Natanz, negara tersebut.

Fasilitas Nuklir Iran Jadi Sasaran Utama

Baca juga: Alih-alih Menyusut, Citra Satelit Ungkap Israel Bangun 40 Pos Militer di Gaza, Aneksasi Kian Berani!

Salah satu lokasi yang paling menonjol adalah Kompleks Natanz di Provinsi Isfahan.

Fasilitas yang dikenal sebagai pusat pengayaan uranium terbesar Iran itu menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat.

Menurut Al Jazeera, Natanz dihantam dua kali, termasuk dalam Operasi Midnight Hammer yang menggunakan bom penghancur bunker GBU-57.

Citra satelit memperlihatkan kerusakan pada bangunan utama, jalur akses kendaraan, hingga area yang terhubung dengan fasilitas bawah tanah.

Kerusakan juga terlihat di sejumlah lokasi strategis lainnya yang berkaitan dengan infrastruktur militer dan energi Iran.

Pelabuhan Minyak dan Pangkalan Angkatan Laut Rusak

Pulau Siri yang menjadi salah satu jalur ekspor minyak penting Iran juga terekam mengalami kerusakan.

Citra Sentinel-2 menunjukkan kebakaran besar di fasilitas penyimpanan minyak, termasuk pada tangki berkapasitas sekitar satu juta barel.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Dugaan Kebocoran Minyak di Dekat Pulau Kharg, Iran Membantah

Sementara itu, Bandar Abbas yang berada di dekat Selat Hormuz memperlihatkan kerusakan luas di sedikitnya 11 titik berbeda.

Analisis Al Jazeera menunjukkan sejumlah gudang utama mengalami kerusakan struktural berat.

Sebuah kapal yang sedang berlabuh juga tampak terdampak serangan.

Di lokasi yang sama, Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas mengalami kerusakan signifikan.

lihat fotoKOLASE CITRA SATELIT. - Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran Akibat Perang AS-Israel di Iran. Kolase empat citra satelit dari berbagai penyedia (Vantor, Sentinel-2, Planet Labs PBC, dan Airbus) ini memperlihatkan perbandingan kondisi “before–after” di sejumlah wilayah berbeda dalam dua waktu pengamatan.
KOLASE CITRA SATELIT. - Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran Akibat Perang AS-Israel di Iran. Kolase empat citra satelit dari berbagai penyedia (Vantor, Sentinel-2, Planet Labs PBC, dan Airbus) ini memperlihatkan perbandingan kondisi “before–after” di sejumlah wilayah berbeda dalam dua waktu pengamatan. (Kolase Tribunnews)

Citra Planet Labs menunjukkan kobaran api dan asap tebal dari kapal perang IRIS Makran yang menjadi salah satu aset strategis Angkatan Laut Iran.

Pangkalan Udara IRGC Terdampak Serangan

Kerusakan juga terlihat di Pangkalan Udara Fath yang berada sekitar 35 kilometer dari Teheran.

Pangkalan ini merupakan salah satu pusat operasi utama Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Foto satelit beresolusi tinggi memperlihatkan atap hanggar yang runtuh, bangunan teknis yang rusak, serta bekas ledakan di sejumlah area landasan.

Lokasi tersebut diketahui menjadi pusat operasional drone dan helikopter serang Iran.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Taktik Bumi Hangus: Lumbung Pangan Sudan Hancur Akibat Perang

Lebanon Alami Kehancuran Besar

Tidak hanya Iran, Lebanon juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Di Naqoura, kawasan yang menjadi markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), citra satelit menunjukkan lebih dari 100 bangunan hancur.

Kota Bint Jbeil yang berada di Lebanon selatan juga mengalami kerusakan besar.

Analisis Al Jazeera mengidentifikasi sekitar 725 bangunan dan fasilitas mengalami kerusakan akibat operasi darat dan serangan udara Israel.

Sementara itu, di kota Rachaf, sejumlah lingkungan permukiman dilaporkan rata dengan tanah.

Kerusakan juga terlihat di Kozah dan Beit Lif, termasuk pada situs sipil dan keagamaan bersejarah seperti Gereja St Joseph serta posisi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Pangkalan Militer AS di Teluk Tak Luput dari Dampak

Citra satelit juga menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada Iran dan Lebanon.

Sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk turut mengalami kerusakan.

Baca juga: Gaza Terancam Diduduki Permanen! Citra Satelit Ungkap Israel Perluas Pangkalan Militer Secara Masif

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi markas garis depan Komando Pusat AS (CENTCOM), memperlihatkan kerusakan pada bangunan logistik, tempat perlindungan pesawat, serta area pendukung operasional.

Di Kuwait, Pangkalan Udara Ali Al Salem mengalami kerusakan di sedikitnya sembilan lokasi setelah puing-puing rudal yang dicegat jatuh ke area pangkalan.

Sementara itu, citra satelit dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan beberapa hanggar pesawat mengalami kerusakan akibat serangan langsung.

Kerusakan serupa juga terlihat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi yang menjadi pusat operasi militer regional Amerika Serikat.

Al Jazeera menyebut dokumentasi satelit tersebut menjadi salah satu gambaran paling lengkap mengenai dampak perang yang selama ini sulit dipetakan secara menyeluruh.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved