Iran Vs Amerika Memanas
Iran Akhiri Serangan ke Israel, Peringatkan jika Lebanon Diserang Lagi, Trump Sempat Beri Imbauan
Hentikan serang Israel, Iran memperingatkan akan adanya tanggapan menghancurkan jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan baku tembak antara Iran dan Israel hanya akan memperburuk "proses diplomatik yang sudah kacau" dengan Amerika Serikat (AS).
Esmaeil Baghaei menambahkan bahwa Iran bertukar pesan dengan AS dalam suasana "kecurigaan ekstrem."
Baghaei mengatakan tindakan Israel di Lebanon, baik dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan AS atau tidak, bertujuan untuk menyabotase diplomasi.
Baca juga: Houthi Larang Kapal Israel Melintasi Laut Merah setelah Israel Serang Iran
Ia mengatakan AS, sebagai pihak dalam gencatan senjata 8 April 2026, memikul tanggung jawab langsung atas setiap pelanggaran, termasuk serangan yang dikaitkan dengan Israel.
Menurutnya, dunia harus prihatin tentang konflik regional yang lebih luas.
“Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas setiap tindakan yang dilakukan rezim Zionis (Israel) terkait dengan pelanggaran perdamaian dan keamanan regional terhadap Iran,” kata Baghaei, Senin (8/6/2026), dilansir Al Arabiya.
Baghaei mengatakan kunjungan menteri dalam negeri Pakistan ke Teheran pada Minggu (7/6/2026) adalah bagian dari upaya untuk melanjutkan pertukaran tidak langsung dengan AS.
Sementara itu, Baghaei mengatakan Iran akan menanggapi setiap resolusi yang menentangnya pada pertemuan Dewan Gubernur badan pengawas nuklir PBB minggu ini.
Ia menuduh kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengabaikan realitas konflik dan memiliki pandangan politik yang bias yang merusak legitimasi badan tersebut.
Israel Lancarkan Serangan Skala Besar
Tentara Israel mengatakan pesawat tempurnya telah menyelesaikan "serangan skala besar" yang menargetkan apa yang disebutnya sebagai "sistem pertahanan strategis" di Iran, Senin (8/6/2026).
Sebuah pernyataan militer mengatakan serangan itu diarahkan oleh Direktorat Intelijennya dan menargetkan sistem pertahanan yang ditempatkan di beberapa wilayah di seluruh Iran.
Baca juga: Israel dan Iran Saling Serang, Timur Tengah Terancam Terseret dalam Perang Skala Penuh
Dilansir Anadolu Agency, pihak militer Israel mengklaim bahwa serangan terbaru telah melumpuhkan sistem-sistem tersebut.
Namun, tidak ada komentar langsung dari pihak berwenang Iran terkait klaim Israel tersebut.
Situasi memburuk pada Minggu (7/6/2026) malam ketika Iran meluncurkan rudal ke arah Israel utara dalam serangan bom pertama sejak gencatan senjata yang rapuh pada awal April 2026, menyusul serangan Israel di pinggiran selatan Beirut.
Kawasan ini berada dalam keadaan tegang sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari 2026, yang memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Gencatan senjata sementara tercapai pada 8 April, tetapi negosiasi kemudian terhenti di tengah perselisihan mengenai pelaksanaannya dan perkembangan regional selanjutnya.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-Iran-Amerika-Israel-2.jpg)