Gempa di Sulut
Upacara Bendera Menyelamatkan Ribuan Anak-anak dari Gempa
Gempa kuat itu menewaskan sedikitnya 37 orang di Filipina, dengan sebagian besar korban tertimpa reruntuhan bangunan.
Ringkasan berita
- Upacara bendera di sebuah sekolah dasar di Davao City membantu menyelamatkan ribuan siswa saat gempa magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao pada Senin (8/6/2026).
- Saat gempa terjadi, para siswa, guru, dan orang tua sedang berada di lapangan untuk upacara sehingga tidak terjebak di dalam gedung yang berisiko runtuh.
- Gempa kuat itu menewaskan sedikitnya 37 orang di Filipina, sebagian besar korban tertimpa reruntuhan bangunan.
- Selain itu, 456 orang mengalami luka-luka dan empat orang masih dinyatakan hilang.
- Kerusakan juga meliputi ribuan rumah, sekolah, toko, jalan, dan jembatan.
- Pada waktu yang hampir bersamaan, gempa berkekuatan 7,7 juga dirasakan di wilayah Sulawesi Utara, terutama di kawasan Kepulauan Sangihe.
- Namun hingga laporan terakhir, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA - Pagi itu, Senin (8/6/2026), murid Sekolah Dasar di Kota Davao, Filipina, tengah melakukan upacara bendera.
Kegiatan rutin yang diadakan seluruh murid di Davao sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas.
Namun di tengah upacara, tiba-tiba bumi bergetar.
Tanah yang dipijak bergoyang dan tiang bendera berayun hebat.
Suara retak bangunan sekolah terdengar dan seketika upacara bendera bubar.
Para murid terlihat panik, beberapa diantara mereka menangis dan terdiam di atas tanah.
Pagi itu gempa bumi dahsyat melanda sejumlah kota di Filipina termasuk Kota Davao.
Pusat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina selatan, sekitar pukul 07.37 waktu setempat.
Hingga pagi ini, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 37 orang dinyatakan tewas akibat bencana alam tersebut.
Wakil Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD) OCD Diego Mariano mengatakan bahwa hingga pukul 6 pagi ini jumlah korban tewas 33 orang dilaporkan di Soccsksargen (18 di Sarangani, 12 di General Santos City, dan 3 di Cotabato Selatan).
Sementara empat orang lainnya dilaporkan meninggal di Wilayah Davao.
OCD mengatakan bahwa sebagian besar korban tewas tertimpa reruntuhan.
Sebanyak 456 orang mengalami luka-luka dan empat orang masih dinyatakan hilang.
Upacara Bendera Menyelamatkan Kami
Jessa Babatuan, seorang guru di Sekolah Dasar Cabantian di Kota Davao, mengatakan semua siswa berkumpul di luar ruangan untuk upacara pengibaran bendera saat gempa terjadi.
“Bendera kita menyelamatkan banyak siswa hari ini,” kata Babantuan dengan penuh rasa syukur dalam keterangan videonya dikutip dari GMA News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gempa-filipina-mindanao-2026.jpg)