Kamis, 11 Juni 2026

Etika Melayat dan Menghadiri Pemakaman di Jepang, Ada Pula Pantangannya

WNI di Jepang perlu memahami etika pemakaman, mulai dari pakaian hitam, uang duka kōden, hingga tata cara belasungkawa

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
UANG DUKA CITA - Kōden bukuro (amplop dukacita) berisi uang duka cita, yang biasa dipakai saat melayat keluarga yang meninggal. Yang tengah untuk isi 3000 yen atau lebih dan yang kanan pita silver tersebut untuk isi sumbangan duka 5000 yen atau lebih. Jadi jangan salah beli amplop duka cita di Jepang. (Richard Susilo) 
Ringkasan Berita:
  • Jepang memiliki tata krama khusus dalam menghadiri pemakaman yang penting dipahami WNI agar dapat menunjukkan rasa hormat kepada keluarga yang berduka 
  • Etika tersebut mencakup penggunaan pakaian serba hitam, pemberian uang duka (kōden), hingga tata cara menyampaikan belasungkawa 
  • Memahami tradisi ini juga membantu mempererat hubungan sosial dan profesional dengan masyarakat Jepang

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Jepang memiliki tradisi dan tata krama yang sangat dijunjung tinggi dalam setiap upacara pemakaman. Bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal, bekerja, atau belajar di Jepang, memahami etika saat menghadiri pemakaman dapat membantu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga yang berduka sekaligus menghindari kesalahan yang tidak disengaja.

Pemakaman di Jepang umumnya terdiri atas dua tahapan utama, yaitu otsuya (お通夜) atau malam peringatan sebelum pemakaman, dan sōgi (葬儀) atau upacara pemakaman itu sendiri.

  1. Berpakaian Serba Hitam

Salah satu aturan yang paling mudah dikenali adalah penggunaan pakaian serba hitam.

Pria biasanya mengenakan jas hitam polos, kemeja putih, dasi hitam, serta sepatu hitam. 

Sementara wanita dianjurkan mengenakan pakaian hitam yang sederhana dan sopan tanpa perhiasan mencolok.

Warna-warna cerah, motif yang mencolok, serta aksesori berlebihan dianggap kurang pantas dalam suasana berkabung.

Baca juga: Yōhei Kōno, Mantan Ketua DPR Jepang, Meninggal Dunia pada Usia 89 Tahun

2. Membawa Uang Duka atau Kōden

Dalam budaya Jepang dikenal tradisi memberikan uang duka yang disebut kōden (香典) atau Kodenbukuro (amplop dukacita).

Uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop khusus berwarna hitam-putih atau hitam-perak yang mudah ditemukan di toko alat tulis maupun minimarket.

Besarnya uang duka biasanya disesuaikan dengan kedekatan hubungan dengan almarhum: Teman atau kenalan biasa: 5.000–10.000 yen,  Rekan kerja atau kenalan dekat: sekitar 10.000 yen,  Kerabat atau sahabat dekat: 10.000–30.000 yen atau lebih

Masyarakat Jepang juga memiliki sejumlah pantangan terkait jumlah uang yang diberikan. 

Misalnya, pemberian 20.000 yen tanpa pecahan sering dihindari karena dianggap melambangkan perpisahan atau keterputusan hubungan.

Olehkarena itu jangan berikan 20.000 yen bulat, tapi berikan misalnya 21.000 yen," papar seorang ahli upacara pemakaman Jepang Yamada kepada Tribunnews.com Rabu (10/6/2026).

3. Ucapan Belasungkawa

Saat bertemu keluarga yang berduka, ucapan singkat dan tulus lebih dihargai daripada kata-kata panjang.

Ucapan yang paling umum adalah: 「このたびはご愁傷様です」 (Kono tabi wa goshūshō-sama desu) “Turut berduka cita atas wafatnya almarhum/almarhumah.”

Atau yang lebih formal:

「心よりお悔やみ申し上げます」 (Kokoro yori okuyami mōshiagemasu) “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.”

4. Tata Cara Membakar Dupa

Dalam pemakaman Buddha, para pelayat biasanya melakukan penghormatan dengan dupa atau shōkō (焼香).

Umumnya tamu membungkuk kepada keluarga yang berduka, mengambil sedikit bubuk dupa dan meletakkannya di atas bara, kemudian berdoa sejenak sebelum membungkuk kembali.

Karena tata caranya bisa berbeda-beda tergantung aliran Buddha dan daerah, pelayat yang belum terbiasa cukup mengikuti orang yang berada di depannya.

Baca juga: Tiga Wanita Ditemukan Tewas di Apartemen Sapporo Jepang, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama

Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari

Dalam suasana berkabung, terdapat beberapa hal yang dianggap tidak sopan atau pantangan, antara lain: Jangan berbicara keras atau tertawa, dilarang mengambil foto tanpa izin keluarga,  Hindarkan menggunakan kata-kata yang bermakna pengulangan seperti: 重ね重ね (kasanegasane) = berulang-ulang;  たびたび (tabitabi) = berkali-kali dan  再び (futatabi) = lagi

Ungkapan tersebut dihindari karena dianggap mengingatkan pada kemungkinan terulangnya kematian atau musibah.

Pemakaman Katolik dan Kristen

Bagi umat Katolik maupun Kristen yang tinggal di Jepang, tata cara pemakaman memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tradisi Buddha.

Biasanya tidak ada ritual pembakaran dupa.

Acara lebih berpusat pada doa, ibadah, dan misa arwah.

Pelayat tetap dapat memberikan uang belasungkawa, namun sering disebut ohanaryō (御花料) atau “uang bunga”.

Dalam pemakaman Katolik, tanda salib, doa bersama, lagu rohani, dan pembacaan Kitab Suci menjadi bagian penting dari upacara.

Datang Tepat Waktu

Ketepatan waktu juga sangat dihargai di Jepang.

Para tamu dianjurkan datang sekitar 10–15 menit sebelum acara dimulai. Saat tiba, amplop kōden biasanya diserahkan kepada petugas penerima tamu (uketsuke) yang berada di pintu masuk.

"Bagi WNI yang menghadiri pemakaman orang Jepang untuk pertama kalinya, mengenakan pakaian hitam yang rapi, membawa kōden sekitar 5.000–10.000 yen, serta mengucapkan “Kono tabi wa goshūshō-sama desu” sudah dianggap sebagai bentuk penghormatan yang sopan dan memadai kepada keluarga yang sedang berduka."

Memahami etika ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap budaya Jepang, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan profesional antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved