5 Populer Internasional: Netanyahu Kaget Tidak Diberitahu soal Iran - Pemakaman Ali Khamenei Ditunda
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Netanyahu tidak dilibatkan dalam keputusan Trump menunda serangan ke Iran dan membuat kesepakatan
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengklaim membatalkan serangan militer AS terhadap Iran setelah tercapai kesepakatan prinsip dengan sejumlah negara, sementara Benjamin Netanyahu terkejut karena tidak diberi tahu sebelumnya.
- Pemerintah Iran kembali menunda pemakaman Ali Khamenei hingga akhir Juni atau awal Juli 2026
- Di sisi lain, IRGC meluncurkan serangan rudal ke pangkalan AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain, serta menutup Selat Hormuz
TRIBUNNEWS.COM - Berbagai kejadian global mendominasi pemberitaan dunia sepanjang sehari terakhir.
Donald Trump mengklaim membatalkan serangan militer AS terhadap Iran setelah tercapainya kesepakatan prinsip yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.
Namun, Benjamin Netanyahu disebut terkejut karena tidak diberi tahu sebelumnya.
Sementara itu, Iran kembali menunda pemakaman Ali Khamenei hingga akhir Juni atau awal Juli 2026, meski sang pemimpin telah tewas lebih dari 100 hari lalu akibat serangan AS-Israel.
Berikut kumpulan berita populer internasional selengkapnya.
1. Donald Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran, Klaim Sudah Dapatkan Semua yang Diinginkan
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia membatalkan serangan terhadap Iran yang direncanakan pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.
“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” kata Trump dalam unggahan di media sosial, Jumat (12/6/2026) pukul 00.28 WIB.
“Diskusi dan poin-poin akhir telah, baik secara konsep maupun detail, disetujui oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, UEA, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan lainnya,” tambahnya.
“Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya hingga transaksi ini diselesaikan. Waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan,” kata Trump.
Dalam telekonferensi untuk mendukung kandidat Senat Alabama, Barry Moore, Trump mengatakan:
“Hari ini kita telah menyelesaikan masalah dengan Iran. Kita telah membuat kesepakatan yang hebat.”
“Tidak akan ada senjata nuklir. Orang-orang akan segera pulang. Semuanya hampir selesai. Kita mendapatkan semua yang kita inginkan,” katanya, menurut NBC News.
2. Tidak Diajak Donald Trump saat Susun MoU Negosiasi Perdamaian dengan Iran, Netanyahu Kaget
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak diberi tahu sebelumnya sebelum Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan bahwa kesepakatan dapat segera ditandatangani.
Menurut laporan Axios yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, kabar itu cukup mengejutkan bagi Netanyahu.
Melalui unggahan di media sosial, Netanyahu menyebut bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan Donald Trump.
Berdasarkan pernyataan tersebut, meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman itu, Netanyahu menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian akhir hasil negosiasi akan mencakup penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksinya di kawasan.
3. 100 Hari Ali Khamenei Tewas, Pemakaman Terus Ditunda, Publik Curiga Ada Misteri yang Disembunyikan
Pemerintah Iran kembali menunda upacara pemakaman kenegaraan mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada hari pertama perang Timur Tengah.
Penundaan tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, melalui pernyataan yang dimuat kantor berita Fars.
Dalam keterangan resminya, Zakani menyebut upacara pemakaman tidak jadi digelar pada awal Muharram seperti rencana sebelumnya dan kini dijadwalkan berlangsung antara akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Menurut Zakani, keputusan tersebut diambil untuk menghormati masa berkabung umat Muslim Syiah selama 10 hari pertama bulan Muharram, yang diperingati sebagai momen wafatnya Imam Hussein dalam tragedi Karbala pada tahun 680 M.
“Upacara pemakaman akan digelar setelah 10 hari pertama Muharram selesai,” demikian laporan media pemerintah Iran, mengutip dari Iranintl.
Dengan keputusan terbaru ini, pemakaman Khamenei diperkirakan baru akan berlangsung antara 26 Juni hingga 5 Juli mendatang.
Pemerintah Iran bahkan memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri prosesi tersebut.
Penundaan Pemakaman Picu Tanda Tanya
Penundaan pemakaman yang sudah berlangsung lebih dari 100 hari ini memicu banyak pertanyaan di dalam maupun luar Iran.
Dalam tradisi Islam Syiah, jenazah biasanya dimakamkan secepat mungkin sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal.
Beberapa ulama Syiah bahkan menilai penundaan yang terlalu lama tanpa alasan mendesak dapat dianggap tidak sesuai dengan ajaran fikih klasik.
Karena itu, keterlambatan pemakaman Khamenei dinilai tidak lazim dan memunculkan berbagai spekulasi publik.
Sejumlah pengamat menduga kondisi jenazah Khamenei mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang menewaskannya.
Dugaan itu semakin menguat setelah media Iran sebelumnya melaporkan bahwa beberapa pejabat lain yang tewas dalam serangan yang sama baru dapat diidentifikasi melalui tes DNA karena kondisi tubuh yang rusak berat.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai lokasi maupun kondisi jenazah Khamenei.
4. 12 Rudal Balistik Iran Sasar Pangkalan AS di Yordania, IRGC: Jet Tempur F-35, F-15, dan F-16 Hancur
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran serangan terhadap posisi militer Amerika Serikat (AS) di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Serangan ini dilakukan menyusul agresi terbaru AS terhadap Teheran.
Menurut Kantor Berita Tasnim, IRGC menyatakan telah menembakkan 12 rudal balistik ke Pangkalan Udara Al-Azraq dan pusat kendalinya di Yordania.
Iran mengklaim serangan tersebut menghancurkan fasilitas militer serta sejumlah pesawat tempur AS yang berada di pangkalan itu, termasuk jet F-35, F-15, dan F-16.
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip IRNA, IRGC mengatakan telah melaksanakan dua gelombang operasi yang menargetkan 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Kuwait dan Bahrain.
Target yang disebut meliputi pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.
Media Iran juga melaporkan Armada Kelima AS di Bahrain turut menjadi sasaran.
Secara terpisah, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
“Mulai saat ini, karena ketidakamanan di wilayah tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup untuk bagian dari semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dan setiap bagian akan diserang,” demikian bunyi pernyataan tersebut, mengutip Al Mayadeen, Jumat (12/6/2026).
Pengumuman itu menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons atas “kejahatan kriminal Amerika” dan serangan militer AS di sejumlah wilayah selatan Provinsi Hormozgan.
5. Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal setelah Lebih dari 3 Tahun Koma
Putri Thailand, Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) malam di usia 47 tahun.
Kabar tersebut diumumkan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada Jumat pagi.
Mengutip Bangkok Post, sang putri meninggal di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn pada pukul 19.48 waktu setempat, meskipun telah menerima perawatan medis secara terus-menerus dari tim dokter yang memantau dan merawat kondisinya.
Putri Bajrakitiyabha dirawat di rumah sakit sejak 15 Desember 2022.
Ia saat itu jatuh pingsan akibat kondisi terkait jantung saat melatih anjing peliharaannya di Distrik Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima, sehari sebelumnya.
Sejak 21 Mei 2026, tim medis kerajaan telah memantau kesehatan Putri Bajrakitiyabha secara ketat karena infeksi parah yang tidak terkendali dan memengaruhi fungsi beberapa sistem organ utama, kata biro tersebut.
Menurut pernyataan itu, dokter mendeteksi infeksi perut yang disebabkan oleh peradangan usus besar pada April lalu.
Kondisi tersebut membuat kesehatan Bajrakitiyabha menjadi tidak stabil, yang kemudian menyebabkan tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan gangguan pembekuan darah.
Menurut pengumuman tersebut, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Raja Thailand Vajiralongkorn telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan untuk mengatur upacara pemakaman kerajaan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan.
Putri Bajrakitiyabha akan disemayamkan di Balai Singgasana Phiman Rattaya di Istana Besar, Bangkok.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.