Selebrasi Lokal
Musuh Tak Kasatmata di Piala Dunia 2026, Cuaca Panas Bisa Jadi Ancaman bagi Pemain
Cuaca panas yang bisa mencapai 40 derajat Celsius di Piala Dunia 2026 jadi musuh tak kasatmata karena meningkatkan risiko cedera pemain.
Ringkasan Berita:
- Cuaca panas ekstrem diprediksi menjadi tantangan serius bagi pemain di Piala Dunia 2026
- Dosen FKOR UNS menyebut suhu tinggi dapat mempercepat kelelahan dan meningkatkan risiko cedera
- Kemampuan beradaptasi dengan cuaca bisa menjadi faktor pembeda antarnegara peserta
TRIBUNNEWS.COM - Cuaca panas ekstrem diprediksi menjadi ancaman serius bagi para pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Rumi Iqbal Doewes, mengingatkan kondisi tersebut dapat mempercepat kelelahan hingga meningkatkan risiko cedera pemain.
Peringatan itu sejalan dengan hasil kajian yang diulas Sky Sports dan Euronews terkait potensi suhu berbahaya di sebagian besar venue Piala Dunia 2026.
Bahkan, suhu di sejumlah wilayah Amerika Serikat dan Meksiko diprediksi dapat mencapai 40 derajat Celsius selama turnamen berlangsung.
Cuaca Bisa Jadi Musuh di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim dan total 104 pertandingan yang berlangsung selama 39 hari.
Namun, tantangan yang dihadapi para pemain diperkirakan tidak hanya datang dari kualitas lawan dan padatnya jadwal pertandingan.
Cuaca panas diprediksi menjadi lawan tambahan yang dapat memengaruhi performa pemain.
Sky Sports melaporkan para peneliti memperingatkan bahwa 14 dari 16 kota tuan rumah berpotensi mengalami suhu yang masuk kategori berbahaya.
Ambang batas yang dianggap berisiko berada pada suhu 28 derajat Celsius. Empat stadion diperkirakan dapat mencapai suhu 32 derajat Celsius pada jam-jam terpanas di siang hari.
Sementara di bagian selatan Amerika Serikat dan wilayah utara Meksiko, suhu udara dapat menembus angka 40 derajat Celsius.
Baca juga: Piala Dunia 2026 - Kontroversi Kylian Mbappe Bertambah, Tinggalkan Kamp Timnas demi Bertemu Pacar
Dosen Fakultas Keolahragaan UNS, Rumi Iqbal Doewes, mengatakan cuaca panas memang dapat mempercepat kelelahan sekaligus meningkatkan risiko cedera pemain.
Menurutnya, metabolisme tubuh manusia hanya bekerja optimal pada rentang suhu tertentu. Ketika suhu tubuh meningkat secara berlebihan, proses produksi energi dapat terganggu.
"Cuaca panas dapat mempercepat kelelahan dan meningkatkan risiko cedera," kata Rumi kepada Tribunnews pada (12/6/2026) malam WIB.
"Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan dapat mengganggu proses metabolisme dan produksi energi. Akibatnya, atlet akan lebih cepat mengalami kelelahan."
"Kondisi tersebut dapat menurunkan kemampuan fisik dan koordinasi gerak yang pada akhirnya meningkatkan risiko cedera," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bendera-Grup-A-Piala-Dunia-2026.jpg)