Konflik Rusia Vs Ukraina
Serangan Rusia Bakar Katedral Bersejarah di Kyiv, 5 Orang Tewas
Rusia menyerang Kyiv dan membakar Katedral Dormisi di biara Kyiv Pechersk Lavra. Lima orang tewas dalam serangan tersebut.
Trump juga berbicara dengan Vladimir Putin dan menawarkan bantuan untuk mengakhiri perang, lapor kantor berita Tass Rusia.
Latar Belakang Perang Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina yang meletus pada 24 Februari 2022 merupakan klimaks dari ketegangan berkepanjangan antara kedua negara. Konflik ini berakar pada perbedaan kepentingan politik, keamanan, dan arah kebijakan luar negeri yang berkembang sejak Ukraina memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.
Dalam perkembangannya, Ukraina semakin mempererat hubungan dengan negara-negara Barat dan menunjukkan keinginan untuk bergabung dengan NATO. Langkah tersebut dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap kepentingan strategis dan keamanan nasionalnya, mengingat perluasan pengaruh NATO semakin mendekati wilayah perbatasan Rusia.
Situasi memanas pada tahun 2014 setelah terjadi perubahan pemerintahan di Ukraina. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur. Berbagai upaya penyelesaian damai sempat dilakukan, namun perselisihan antara kedua pihak tidak pernah benar-benar terselesaikan.
Pada Februari 2022, Rusia melancarkan operasi militer skala besar ke wilayah Ukraina. Moskow menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia serta mencegah ekspansi NATO ke kawasan yang dianggap strategis bagi keamanannya. Namun, Ukraina bersama negara-negara Barat menilai tindakan tersebut sebagai bentuk invasi terhadap negara yang berdaulat.
Sejak awal konflik, Ukraina menerima dukungan militer, ekonomi, dan diplomatik dari Amerika Serikat serta sejumlah negara Eropa. Sebaliknya, Rusia menghadapi berbagai sanksi internasional yang menargetkan sektor keuangan, perdagangan, energi, dan bidang strategis lainnya.
Dampak perang ini tidak hanya dirasakan oleh Rusia dan Ukraina, tetapi juga memengaruhi kondisi global. Terganggunya rantai pasokan energi dan pangan serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi menjadi konsekuensi yang dirasakan banyak negara di berbagai belahan dunia.
Hingga saat ini, pertempuran masih berlangsung meskipun berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencapai perdamaian. Namun, proses negosiasi sering menghadapi berbagai kendala, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan lain yang turut memengaruhi dinamika hubungan internasional.
Dalam sejumlah perundingan, Rusia mengajukan beberapa tuntutan utama, antara lain Ukraina tidak bergabung dengan NATO, pengakuan terhadap Krimea dan sejumlah wilayah yang diklaim Moskow sebagai bagian dari Rusia, pengurangan kemampuan militer Ukraina, serta pemberian perlindungan yang lebih luas bagi warga berbahasa Rusia.
Sementara itu, Ukraina menolak tuntutan tersebut dan tetap menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah negara sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RUSIA-SERANG-KYIV-345345t43.jpg)