Senin, 15 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai, Tapi Ribuan Kapal Masih Terjebak di Selat Hormuz

AS dan Iran umumkan kesepakatan damai yang disambut positif pasar global. Namun, ribuan kapal masih terjebak di sekitar Selat Hormuz.

Tayang:
Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic
SELAT HORMUZ - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 10 Juni 2026, memperlihatkan ilustrasi militer AS menyerang situs Iran di dekat Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan harapan berakhirnya krisis energi global yang telah berlangsung hampir empat bulan.
  • Meski harga minyak turun dan pasar saham melonjak.
  • Pelaku industri memperingatkan bahwa kemacetan kapal, kerusakan infrastruktur, dan potensi ranjau laut masih menjadi hambatan besar bagi normalisasi pelayaran di Selat Hormuz.

TRIBUNNEWS.COM - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disambut sebagai titik balik dalam konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang pasar energi dunia.

Namun, di balik optimisme tersebut, tantangan besar masih menanti di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global.

Ribuan kapal dilaporkan masih tertahan di dalam dan sekitar kawasan Teluk setelah berbulan-bulan gangguan pelayaran akibat konflik dan pembatasan lalu lintas laut di perairan strategis tersebut.

Meski Washington dan Teheran telah mengonfirmasi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, para pelaku industri memperingatkan bahwa pemulihan arus perdagangan energi tidak akan berlangsung secepat yang diharapkan pasar.

Direktur Pelaksana Asosiasi Asuransi Risiko Perang Bersama Pemilik Kapal Norwegia, Svein Ringbakken, mengatakan kemacetan kapal yang terjadi selama berbulan-bulan telah menciptakan persoalan logistik yang kompleks.

Menurutnya, bahkan jika Selat Hormuz dibuka sepenuhnya, dunia masih harus menghadapi penumpukan kapal, kerusakan fasilitas pelabuhan, serta kemungkinan keberadaan ranjau laut yang dapat menghambat proses normalisasi.

"Bahkan dengan kapasitas penuh, ini akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal," ujarnya.

Ringbakken menambahkan sejumlah fasilitas produksi dan pelabuhan juga mengalami gangguan selama konflik berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat pemulihan rantai pasok energi global.

Baca juga: Kesepakatan Damai Diteken: AS Cabut Blokade Selat Hormuz, Iran Setujui Jalur Strategis Bebas Biaya

Pasar Global Langsung Merespons

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, pasar keuangan dunia menyambut positif pengumuman kesepakatan damai.

Pada perdagangan Senin (15/6/2026), indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,5 persen, sementara Kospi Korea Selatan menguat hingga 5,7 persen.

Indeks Taiex Taiwan naik 2,7 persen dan ASX200 Australia menguat sekitar 1,5 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga sempat bergerak naik sebelum memangkas sebagian penguatannya.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun sekitar 4,5 persen ke bawah 83,40 dolar AS per barel seiring munculnya harapan bahwa pasokan energi global akan kembali mengalir lebih lancar.

Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, menilai konfirmasi resmi kesepakatan dari kedua negara menjadi faktor utama yang mendorong reli pasar.

Menurutnya, penurunan harga minyak juga dapat mengurangi tekanan inflasi yang selama ini menjadi perhatian bank sentral di berbagai negara.

Trump Umumkan Pembukaan Kembali Hormuz

lihat fotoSUMPAH TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran.
TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran. Terkini, Trump menyatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran segera dihentikan.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial pada Minggu (14/6/2026).

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved