Iran Vs Amerika Memanas
Sinyal Israel Recoki Kesepakatan AS-Iran, Ben-Gvir: Israel Bukan Republik Pisang
Israel diketahui menjadi satu di antara faktor dimulainya agresi AS ke Teheran pada akhir Februari 2026 kemarin.
Sinyal Israel Recoki Kesepakatan AS-Iran, Ben-Gvir: Israel Bukan Republik Pisang
Ringkasan Berita:
- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa Israel tidak terikat pada kesepakatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dengan Iran.
- Ben-Gvir menegaskan Israel adalah negara berdaulat dan akan mengambil keputusan sendiri terkait keamanan nasionalnya.
- Ia juga mengkritik berbagai kesepakatan diplomatik di masa lalu yang menurutnya justru merugikan keamanan Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Israel memberikan sinyalemen kembali menjadi negara yang menjadi pengganggu kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam konflik yang terjadi.
Israel diketahui menjadi satu di antara faktor dimulainya agresi AS ke Teheran pada akhir Februari 2026 kemarin.
Berbagai dalih yang berujung pada adanya ancaman keamanan Israel oleh Iran, termasuk isu nuklir, menjadi lobi Israel ke AS untuk melakukan serangan gabungan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei saat itu.
Baca juga: Kesepakatan AS-Iran Picu Kecemasan Israel, Kelompok Garis Keras Iran Juga Keberatan
Kini, saat AS dan Iran sama-sama mengumumkan rencana penandatanganan kesepakatan damai, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan kalau negaranya tidak akan terikat pada kesepakatan apa pun yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyelesaikan sebuah kesepakatan yang mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform X, Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk menentukan kebijakan keamanannya sendiri tanpa harus mengikuti keputusan negara lain, termasuk AS, negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama dan abadi Israel.
"Kesepakatan Trump tidak mengikat kami. Israel tidak berada di bawah Amerika Serikat, dan kami adalah negara yang merdeka serta berdaulat," tulis Ben-Gvir.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi terhadap hubungan erat Israel dan Amerika Serikat serta peran Donald Trump.
Namun, menurutnya, hubungan baik tersebut tidak berarti Israel harus menyerahkan keputusan strategis terkait keamanan nasional.
"Kami mencintai Amerika Serikat dan berterima kasih kepada Presiden Trump. Namun, Negara Israel bukanlah republik pisang," katanya.
Sebagai tambahan, republik pisang yang dimaksud dalam kamus geopolitik dapat diartikan sebagai sebuah negara yang berada dalam kondisi tidak stabil dan banyak bergantung pada intervensi negara lain.
Keamanan Nasional Jadi Prioritas
Dalam pernyataannya, Ben-Gvir menekankan bahwa tugas utama pemerintah Israel adalah melindungi warga negara, personel militer, dan kepentingan nasional.
Ia mengatakan bahwa tanggung jawab historis Israel adalah menjamin keamanan masyarakat Yahudi setelah berbagai pengalaman penganiayaan yang terjadi selama berabad-abad.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kelompok politik sayap kanan di Israel yang selama ini cenderung menolak berbagai kompromi yang dianggap dapat mengurangi kemampuan negara dalam menjaga keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-Iran-Amerika-Israel-2.jpg)