Rabu, 17 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Ungkap Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi Secara Gratis, Kapal-kapal Bisa Bergerak Bebas

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SELAT HORMUZ - Lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang. 
Ringkasan Berita:
  • AS menegaskan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya sebelum mendapatkan manfaat ekonomi apa pun.
  • Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kemacetan di Selat Hormuz merupakan prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.
  • JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal-kapal akan bergerak bebas melalui Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan perdamaian Iran yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Senin (15/6/2026).

AS menegaskan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya sebelum mendapatkan manfaat ekonomi apa pun.

Komitmen tersebut termasuk kemungkinan dana rekonstruksi sebesar $300 miliar untuk negara yang porak-poranda akibat perang, tetapi pencairan dana akan "dikaitkan dengan kinerja."

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan.

Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada Minggu (14/6/2026).

"Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena dia ingin menunjukkan dedikasinya pada proses tersebut," kata seorang pejabat AS dengan syarat anonim, dilansir Arab News.

Penandatanganan ini akan memulai periode 60 hari di mana Teheran dan Washington akan mencoba untuk mencapai kesepakatan perdamaian skala penuh.

"Kami ingin memprioritaskan diskusi nuklir," kata seorang pejabat AS dalam panggilan tersebut.

Selat Hormuz akan Dibuka Gratis

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kemacetan di Selat Hormuz merupakan prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.

Vance mengatakan kepada CNBC bahwa ada kesepahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali "secara gratis untuk jangka panjang, dan itulah yang akan kita cari tahu dalam negosiasi teknis ini."

Trump sendiri mengatakan selat penting itu akan "sepenuhnya terbuka" mulai Jumat (19/6/2026), tetapi menambahkan bahwa masih ada "perburuan" yang berlangsung untuk memastikan selat tersebut bebas ranjau.

Baca juga: Komandan Pasukan Quds Iran Akhirnya Muncul, Puji Poros Perlawanan: Tak Ada yang Bisa Lawan Hizbullah

Lalu lintas pengiriman diperkirakan akan kembali ke tingkat sebelum perang "dalam beberapa minggu ke depan," tetapi sudah ada "peningkatan lalu lintas yang substansial," kata pejabat AS pertama.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan itu akan memungkinkan mereka untuk mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, daripada mengenakan "tol."

Selat Hormuz Tak Dibuka sampai Kesepakatan Ditandatangani

Pada awal perang, serangan Iran terhadap kapal-kapal menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz - yang dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia sebelum konflik - hampir terhenti.

Trump kemudian menerapkan blokade sebagai respons.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan Iran tidak akan mulai menerapkan perjanjian tersebut sampai setelah upacara penandatanganan.

Militer AS mengatakan blokade akan tetap diberlakukan "sampai kesepakatan itu dilaksanakan".

“Jangan mencoba menyeberang sampai arahan yang jelas diberikan,” demikian bunyi peringatan yang disampaikan kepada kapal-kapal dagang pada hari Senin.

Trump, yang menghadapi tekanan untuk mengakhiri perang menjelang pemilihan paruh waktu kongres pada bulan November, mengatakan bahwa "banyak hal hebat akan terjadi di Timur Tengah saat ini."

“Yang sangat penting, harga minyak anjlok, dan pasar saham melonjak seperti roket hari ini,” katanya pada hari Senin di KTT G7 di Prancis, seperti diberitakan AP News.

Seorang pejabat senior AS lainnya mengatakan kepada wartawan bahwa rincian perjanjian tersebut akan dirilis dalam dua hari ke depan.

Nota kesepahaman tersebut mencakup kemungkinan pencairan dana Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi, dan pembentukan dana sebesar 300 miliar dolar AS untuk membangun kembali Iran — yang semuanya akan dikaitkan dengan pemenuhan tolok ukur oleh Iran, kata pejabat itu.

Para pejabat mengatakan pembicaraan teknis akan dimulai pada hari Jumat setelah upacara penandatanganan dan bahwa Wakil Presiden JD Vance akan memimpin negosiasi untuk AS.

Baca juga: Damai AS-Iran Tak Hentikan Agresi Israel: Netanyahu Siaga Perang, Ogah Mundur dari Lebanon dan Gaza

PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz.
PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN)

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah disetujui pada Minggu (14/6/2026).

Kesepakatan tersebut, yang dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, akan mengakhiri permusuhan antara Iran dan AS.

Donald Trump mengatakan kesepakatan itu memungkinkan pengiriman bebas bea melalui Selat Hormuz, yang sebagian besar telah ditutup sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” ungkap Trump di Truth Social, Minggu.

“Selamat kepada semuanya! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tegasnya.

Baca juga: Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Sentimen Positif Pasar Global, Harga Bitcoin Tembus Rp1,13 Miliar

Ia kemudian mengatakan dalam unggahan terpisah, “Kesepakatan Besar ini akan membawa Perdamaian dan Keamanan ke seluruh Kawasan”, dan mengisyaratkan bahwa perjanjian perdamaian yang lebih komprehensif dengan Iran akan menyusul.

“Banyak presiden telah mencoba untuk berdamai dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya. Para pemimpin kawasan, untuk pertama kalinya, telah menemukan seorang presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian sejati."

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir di kedua ujungnya lagi untuk kawasan ini, dan dunia!” papar Trump.

Pengumuman Trump datang setelah Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif mengatakan bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai."

"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” ungkap Sharif.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved