Rabu, 13 Mei 2026

Penyakit Mata Merah Mewabah di Tomohon

Warga Tomohon harus ekstra hati-hati menjaga kesehatan matanya. Pasalnya, beberapa waktu terakhir ini, mata pete atau konjungtivitis (sakit mata) tengah melanda beberapa daerah di pusat kota tersebut.

Tayang:
Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, MANADO --- Warga Tomohon harus ekstra hati-hati menjaga kesehatan matanya. Pasalnya, beberapa waktu terakhir ini, mata pete atau konjungtivitis (sakit mata) tengah melanda beberapa daerah di pusat kota tersebut.

Seperti yang dialami Britney, bocah berumur tiga tahun, asal Paslaten Satu, Lingkungan IV. Menurut Ita Siwi, ibu dari Britney, anaknya tersebut tertular dari teman sepermainnya.

Dan, beberapa hari terakhir Ita harus memberikan perhatian lebih kepada Britney yang jadi sedikit rewel.

Mata menjadi merah dan bengkak. Terlihat pembuluh-pembuluh darah di atas lapisan putih mata. Garis kelopak mata menjadi lebih merah dari biasanya.

"Mungkin dia merasa panas atau gatal pada matanya," katanya.

Sementara itu, Deesje V Liuw, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos) Kota Tomohon, sedikit heran dengan merebaknya penyakit ini.

"Biasanya terjadi pada musim panas, karena banyak debu yang masuk ke mata, tapi ini sudah masim penghujan," kata dia, kemarin.

Dijelaskan, konjungtivis atau radang selaput ikat mata ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Sebab itu penyakit ini gampang menular apalagi bagi orang yang daya tahan tubuhnya rentan.

Namun dia enggan berspekulasi apa yang menjadi penyebab utama mata Pete di Tomohon.

"Perlu uji laboratorium, apakah ini karena virus atau bakteri. Ini untuk membuktikan apa penyebab utama," ujar Deesje.

Dia tidak menampik kemungkinan adanya mutasi pada virus atau bakteri, sehingga penyakit tersebut bisa datang kapan saja. Ini bisa terjadi karena dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrim akibat gejala pemanasan global (global warming).

Agar terhindar dari penyakit ini, saran dari Deesje adalah menghindari kontak langsung orang yang terjangkit.

"Yang lebih penting adalah menerapakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan demikian penyakit ini bisa dihindari," katanya.

Adapun bagi orang yang sudah terjangkit, dia meminta agar jangan sembarangan memakai obat.

"Obatnya kan antibiotik. Jangan sembarangan pakai antibiotik, terutama yang mempunyai alergi antibiotik. Bisa menimbulkan akibat lainnya, jadi harus hati-hati," kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved