Wabah Hantavirus
Hantavirus Dipantau Ketat, WHO Nilai Risiko Global Masih Rendah
WHO tegaskan hantavirus tak berpotensi pandemi, risiko global rendah, meski tetap waspadai potensi perubahan situasi
Ringkasan Berita:
- WHO melalui Tedros Adhanom menegaskan hantavirus tidak berpotensi menjadi pandemi, dengan risiko penyebaran rendah
- WHO merespons kekhawatiran kasus di HV Hondius, menyebut tidak ada kasus baru sejak 2 Mei dan semua kasus diisolasi
- Meski begitu, WHO mengingatkan situasi bisa berubah masa inkubasi panjang sehingga negara diminta memperkuat deteksi dan isolasi
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, hantavirus tidak berpotensi menjadi pandemi global.
Pihaknya menyatakan, risiko penyebaran hantavirus ke seluruh dunia masih tergolong rendah.
Hal ini merespons kekhawatirkan publik pada kasus penularan hantavirus di HV Hondius.
Meski demikian, situasi bisa berubah karena masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kasus bisa bertambah
"Saat ini, tidak ada tanda kita melihat penyebaran yang lebih besar atau wabah besar yang mengancam kesehatan global," ungkap dia
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengawasan yang terus dilakukan, risiko terhadap kesehatan masyarakat dunia dinilai tetap rendah.
WHO juga menyampaikan bahwa tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 2 Mei.
Baca juga: Kasus Pertama Hantavirus Terdeteksi di Banten, Begini Gejalanya
Seluruh kasus yang diduga maupun yang telah dikonfirmasi telah diisolasi dan mendapatkan penanganan medis secara ketat guna meminimalkan risiko penularan.
“Namun situasi tentu dapat berubah dan berdasarkan pola penyakit sebelumnya, kemungkinan masih akan ada tambahan kasus dalam beberapa minggu ke depan,” ujar dia.
Sebagai langkah antisipasi, WHO meminta setiap negara yang menangani penumpang atau individu yang diduga terpapar untuk melakukan pemantauan kesehatan secara aktif.
Pemantauan tersebut dapat dilakukan di fasilitas kesehatan melalui isolasi mandiri di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir.
Periode pengawasan tersebut dihitung sejak 10 Mei hingga 21 Juni.
"Setiap negara di mana penumpang itu berasal harus bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan individu tersebut," ungkap dia.
WHO menegaskan siapa pun yang menunjukkan gejala harus segera diisolasi dan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Tedros menyatakan, WHO merekomendasikan negara-negara untuk memperkuat sistem deteksi dini, pengawasan kesehatan, serta kesiapan fasilitas medis tetap perlu diperkuat untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat, terutama tikus.
Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius pada manusia, meskipun kasus penularan antarmanusia tergolong sangat jarang dibandingkan penyakit menular lainnya.