Selasa, 19 Mei 2026

Waspada! Larutan Isotonik Memperparah Kerusakan Ginjal

Orang yang memiliki gangguan ginjal juga patut waspada akan minuman isotonik. Ini membuat kondisi ginjal makin parah.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM - Berbagai iklan yang menyangkut kesehatan seringkali memberi informasi yang kurang tepat. Masyarakat pun diminta untuk lebih cermat terhadap iklan seperti itu.

Ahli penyakit dalam dari RSCM Dr. Ari Fahrial Syam Sp. PD-KGEH,MMB, FINASIM mencontohkan iklan sebuah minuman isotonik yang mengatakan kalau tubuh butuh lebih dari sekedar cairan biasa.

"Larutan isotonik yang beredar umumnya mengandung ion atau elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan klorida. Minuman ini juga mengandung unsur gula dan bisa ditambahkan unsur vitamin. Komposisi tersebut bisa menimbulkan efek samping bagi orang tertentu," ucap Ari.

Misalnya kandungan gula yang harus diperhatikan oleh orang obesitas atau pengidap diabetes. Adapun unsur natrium yang berlebihan bisa memperburuk tekanan darah pada orang hipertensi.

Orang yang memiliki gangguan ginjal juga patut waspada akan minuman isotonik. Berbagai tambahan eletrolit bisa membuat kondisi ginjal makin parah.

Soal rasa juga harus diperhitungkan. Pada minuman isotonik yang berasa asam bisa menimbulkan rasa tak nyaman pada orang yang memiliki masalah lambung.

Tak asal bicara, Ari memberi contoh kalau salah satu pasiennya yang berusia 60-an tahun mengalami mual dan nyeri di ulu hati setelah rutin minum cairan isotonik ketika puasa. Pasien ini beralasan dirinya takut kehilangan cairan selama berpuasa, seperti yang ditayangkan di iklan sebuah minuman yang mengklaim dapat mengganti ion tubuh.

"Padahal pasien ini tak butuh minuman tersebut. Apalagi kondisi dan usianya sudah cukup tua," ujar Ari.
Meski demikian Ari tak melarang masyarakat minum minuman isotonik. Hanya saja ia merekomendasikan kalau minuman isotonik sebaiknya dikonsumsi oleh orang-orang dengan beraktivitas berat atau sehabis olahraga berat.

"Saya kurang setuju kalau diminum sehabis bangun tidur atau setelah aktivitas ringan. Sebab tak akan ada gunanya," imbuh Ari.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved