Selasa, 19 Mei 2026

Senam Ergonomik Baik untuk Lansia, Gerakannya Bantu Jaga Sendi hingga Redakan Stres

Senam ergonomik dirancang dengan gerakan yang ringan sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia. Termasuk lansia.

Tayang:
HO/IST
SENAM ERGONOMIK - Kegiatan senam ergonomik yang diikuti ratusan lansia di Helens Night Mart Amper, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Senam ergonomik dirancang dengan gerakan yang ringan sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia. Termasuk lansia
  • Senam ergonomik juga tidak membutuhkan perlengkapan khusus sehingga mudah dilakukan di berbagai tempat. Durasi ideal latihan berkisar 20–40 menit setiap sesi dan dapat menyesuaikan kemampuan peserta
  • Jika dilakukan secara rutin, minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senam ergonomik jadi tren baru yang menjadi salah satu aktivitas fisik karena dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama bagi kalangan lanjut usia atau lansia

Selain membantu mengurangi keluhan nyeri sendi dan menjaga kestabilan kadar asam urat, senam ini juga disebut mampu melancarkan peredaran darah, meningkatkan fleksibilitas tubuh, hingga membantu memperbaiki suasana hati.

Roida seorang instruktur senam menjelaskan bahwa senam ergonomik dirancang dengan gerakan yang ringan sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia.

Baca juga: Menpora Erick: Jangan Ragukan Komitmen Presiden Prabowo untuk Pembangunan Olahraga Nasional

“Senam ergonomik ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia," kata Roida di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026).

"Jika dilakukan secara rutin, minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat,” ujar Roida.

Ia menambahkan, senam ergonomik juga tidak membutuhkan perlengkapan khusus sehingga mudah dilakukan di berbagai tempat. 

Durasi ideal latihan berkisar 20–40 menit setiap sesi dan dapat menyesuaikan kemampuan peserta.

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, aktivitas seperti senam juga dinilai berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. 

Roida mengatakan aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon yang berkaitan dengan suasana hati.

“Gerakan yang dilakukan secara teratur membantu tubuh menjadi lebih rileks," ucapnya.

"Saat tubuh aktif bergerak, hormon seperti endorfin dan serotonin juga meningkat sehingga membantu mengurangi stres dan membuat seseorang merasa lebih segar serta bersemangat,” jelas Roida.

Sejalan dengan manfaat tersebut, Holywings Group melalui program CSR Holywings Peduli menggelar kegiatan senam ergonomik dalam rangka menyambut Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei. 

Kegiatan berlangsung di Helens Night Mart Ampera, dan diikuti lebih dari 150 peserta, terutama masyarakat lansia dari Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Program ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit degeneratif seperti asam urat. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved