Lansia Diabetes Wajib Aktif Gerak, Dokter Ingatkan Risiko Luka Busuk hingga Otot Kaku Jika Mager
Salah kaprah jika membiarkan orang tua dengan diabetes dan stroke terus berbaring di tempat tidur karena dianggap kasihan jika dipaksa bergerak.
Ringkasan Berita:
- Selain otot kaku, lansia diabetes yang terlalu lama berbaring juga berisiko mengalami dekubitus atau luka tekan
- Aktivitas fisik pada lansia bukan hanya membantu mengontrol gula darah, tapi juga menjaga kekuatan otot dan mencegah kontraktur
- Latihan gerak perlu dilakukan rutin di rumah agar tubuh pasien tidak semakin kaku
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak keluarga memilih membiarkan orang tua dengan diabetes dan stroke terus berbaring di tempat tidur karena dianggap kasihan jika dipaksa bergerak.
Padahal kebiasaan tersebut justru bisa memicu masalah serius mulai dari otot kaku, luka tekan, hingga kerusakan jaringan tubuh.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Agus Nurohman, Sp.PD, FINASIM menegaskan lansia dengan diabetes tetap harus rutin digerakkan meski aktivitasnya terbatas.
“Kalau diam saja, kurang gerak, lama-lama jadi kaku semua badannya,” ujar dr Agus dalam Healthy Talk pada kanal YouTube Tribun Health, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan aktivitas fisik pada lansia bukan hanya membantu mengontrol gula darah, tetapi juga menjaga kekuatan otot dan mencegah kontraktur.
Baca juga: Jangan Anggap Lemasnya Lansia karena Faktor Usia, Bisa Jadi Tanda Hipoglikemia
Kontraktur adalah kondisi ketika otot dan sendi menjadi kaku akibat terlalu lama tidak digerakkan.
Menurut dr Agus, kondisi ini sering terjadi pada pasien stroke yang hanya dibiarkan berbaring.
“Stroke itu kan, kalau sudah stabil, penanganan yang utama adalah fisioterapi. Itu latihan gerak,” katanya.
Ia mengatakan keluarga biasanya akan diajari latihan gerak sederhana sebelum pasien pulang dari rumah sakit.
Latihan tersebut perlu dilakukan rutin di rumah agar tubuh pasien tidak semakin kaku.
“Kalau diam dibiarkan, itu lama-lama jadi kaku. Otot-ototnya jadi refraktor, kaku, sehingga nanti malah mengganggu aktivitasnya,” jelasnya.
Selain otot kaku, lansia diabetes yang terlalu lama berbaring juga berisiko mengalami dekubitus atau luka tekan.
Kondisi ini terjadi karena bagian tubuh tertentu terus tertekan sehingga aliran darah terganggu.
“Kalau miringnya posisinya baring terus, kan bagian punggungnya tertekan. Aliran darahnya enggak lancar. Kalau terlalu lama, nanti terjadi nekrosis, kematian jaringan,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lansia-1-31052025.jpg)