Indonesia Belanja Alat Kesehatan ke Luar Negeri Rp95 Triliun Pertahun

Swiss German University kembali menggelar Konferensi Internasional Teknik Biomedika dan Aplikasi Pengobatan.

Indonesia Belanja Alat Kesehatan ke Luar Negeri Rp95 Triliun Pertahun
NET

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Swiss German University kembali menggelar Konferensi Internasional Teknik Biomedika  dan Aplikasi Pengobatan atau ICBEMA (International Conference on Biomedical Engineering and Medical Applications). Konferensi akan diselenggarakan pada  9 - 10 November 2012 di Kampus Swiss German University dan di German Center di BSD City.

Dijadwalkan konferensi ini akan dibuka dan dihadiri  3 orang Menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Yakni Menteri Riset dan Tekhnologi, Gusti Muhammad Hatta,  Menteri Pendidikan, Muhammad Nu dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Menristek dijadwalkan akan membuka konferensi ini pada tanggal 9 November 2012 di German Center, lalu kemudian disusul oleh Orasi Ilmiah oleh Menteri Pendidikan Muhammad Nuh yang juga merupakan seorang ahli biomedis dan pendiri IBES.

Maruli Panjaitan,  ketua pelaksana Konferensi Internasional ICBEMA mengatakan even ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian untuk kebangkitan Indonesia di bidang alat-alat kesehatan dan pengobatan.

"Hampir  95 triliun setiap tahun kita berbelanja alat kesehatan dan pengobatan ke luar negeri, kalau kita bisa produksi sendiri tentu uang sebanyak itu bisa lebih bermanfaat" ungkap Maruli Panjaitan selaku ketua pelaksana Konferensi Internasional, Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Konferensi ini juga menjadi event rujukan oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Sehingga dokter-dokter peserta konferensi ini akan diberikan 10 SKP(Satuan Kredit Point) oleh IDI.

Seminar-seminar yang dilangsungkan selama konferensi tidak kalah menarik, dan akan mengundang pembicara  dari dalam dan luar negeri. Diantaranya Dr. Med Huseyn Sahimbas dari Jerman seorang ahli kanker yang akan membawakan topic mengenai pengobatan kanker alternative menggunakan temperature tinggi. Kemudian hadir pula, Prof. Dr. Claus Schilling yang akan berbicara mengenai peranan Telemedis dalam penanganan  penyakit paru-paru.

Dari dalam negeri sendiri akan tampil Prof. Dr. Amin Soebandrio yang membawakan makalah tentang etika pengobatan dalam kasus stem cell. Dr. rer nat Maruli Panjaitan akan membicarakan mengenai keajaiban enzyme Bromelain sebagai alternative pengobatan untuk berbagai penyakit, seperti AIDS, kanker leher rahim dll. 

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved